Arsip Blog

Presiden Impian umat sejagat

luxmanHubungan antara negara dengan agama di Indonesia mencerminkan upaya untuk terus mencari kompromi atau jalan tengah di antara berbagai kepentingan ideologis. Kita tahu, Pancasila akhirnya diteri- ma sebagai jalan kompromi antara kalangannasionalis-agamis, yang menginginkan Islam sebagai dasar negara, dengan kalangan nasio- nalis-sekular.

Di situ negara Indonesia dibayangkan sebagai, dalam istilah Mukti Ali yang terkenal, “bukanlah negara teokratis, dan juga bukan negara sekular.”2 Sampai saat ini, Pancasila memang memberi jalan tengah, kom- promi yang bisa diterima untuk mengelola kemajemukan, pada satu sisi, sekaligus menjaga kesatuan, pada sisi lain. Tapi kompromi itu selalu rentan, goyah, dan sering menimbulkan masalah pelik jika ditempatkan dalam konteks kebebasan beragama.  Read the rest of this entry