Arsip Blog

SUMBER-SUMBER HUKUM SYARA’ 1

  1. A.    AL-QUR’AN

Al-Qur’an adalah kalamullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw, dibaca secara mutawatir. Artinya, kumpulan wahyu, firman-firman allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad untuk menjadi petunjuk bagi seluruh umat manusia. Tidak dinamakan Al-Qur’an apabila pemindahannya tidak mutawatir. Karena Al-Qur’an adalah kalamullah yang paling sempurna yang mengandung hukum-hukum syara’ dan menjadi mu’jizat bagi nabi.

Al-Qur’an terdiri dari 30 juz dan 114 surat, sedangkan bilangan ayatnya ada 6666 ayat menurut yang resmi dibuatkan dalam buku-buku lain. Al-Qur’an bernilai ibadah bagi yang membacanya dan mendapatkan kebaikan sepuluh kali lipat. Di dalam al-qur’an ada dua surat madaniyah, yaitu suratnya diturunkan di Madinah. Ciri-ciri ayatnya panjang-panjang, dan lebih banyak ditujukan kepada masyarakat dan undang-undang masyarakat. Sedangkan surat makiyah adalah surat yang diturunkan di mekkah. Ciri-cirinya ayatnya pendek-pendek tetapi penuh dengan retorika dan dinamika. Berisi tentang ajaran tauhid dan jihad.

  1. 1.       SEJARAH PENGUMPULAN AL-QUR’AN
    1. Di masa Nabi Muhammad Saw

Al-Qur’an diturunkan kepada nabi Muhammad Saw dengan cara berangsur-angsur. Al-Qur’an pada masa nabi Muhammad Saw dituliskan pada kulit-kulit, daun-daun, tulang-tulang, pelepah-pelepah korma, pokok-pokok kayu dan lain-lain yang dirasakan mungkin dapat menuliskannya.

Penulis-penulis wahyu yang terkenal adalah Zaid bin Thabit, Ali bin Abi Thalib, Usman bin Affan, Abdullah bin Mas’ud, dan lain-lain. Tidak pula beliau memberikan petunjuk dimana seharusnya letak ayat suatu surat, demikian juga urutan surat dengan tertib.

Read the rest of this entry