Arsip Blog

dampak pernikahan di Bawah Umur perspektif Kesehatan

Tingginya angka kelahiran anak dalam hal ini perempuan tidak diberikan haknya untuk ikut mengambil keputusan yang menyangkut kepentingan perempuan (isteri). Termasuk hak untuk menentukan berapa jumlah anak yang diinginkan. Pada wawancara mendalam kami mendapatkan seorang responden yang menikah pada usia 15 tahun. Pada usia 22 tahun responden telah mengalami kehamilan selama lima kali. Tiga dari lima kehamilan tersebut, mengalami kelahiran prematur yang berakibat pada kematian bayinya.

Adapun sepuluh tahun kemudian pada usia 32 tahun, ia telah mempunyai lima orang anak. Dan tujuh tahun kemudian pada usia 40 tahun, anaknya telah berjumlah 9 orang. Sehingga apabila responden tidak mengalami kelahiran prematur tersebut, jumlah anaknya adalah 12 orang. Jarak kelahiran yang terlalu dekat. Hal ini pula yang dialami oleh responden tersebut. Jarak kelahiran yang terlalu dekat menjadikan responden sering hamil dan memiliki banyak anak. Read the rest of this entry