Arsip Blog

Harapan Terhadap Hati Nurani

sakit.hati.putus.cintaKebetulan tanpa sengaja, saya ketemu dengan seseorang  yang sedang terkena kasus di pengadilan. Orang dimaksud sekalipun sudah menjadi tersangka, tetapi ia tidak merasa bersalah. Ia menjadi  tersangka oleh karena kesalahan  prosedur administrasi dan juga perbuatan orang lain yang tidak mungkin diketahui sejak awal. Atas kejadian yang menimpa dirinya itu, ia pasrah, dengan mengatakan,  semoga hati nurani masih bisa berbicara.

Dari mendengar keluhan itu, saya membayangkan bahwa ternyata  orang tatkala menghadapi problem yang terkait dengan keadilan, kebenaran, dan kejujuran, maka harapannya bukan pada bunyi aturan, undang-undang,  dan logika hukum, melainkan pada hati nurani. Suara hati nurani lebih dianggap sebagai sesuatu yang terbaik, bersih, benar, adil,  dan jujur. Pertanyaannya adalah, apakah setiap hati nurani seseorang selalu bersih sebagaimana yang diharapkan itu. Jawabnya, tentu  tidak. Read the rest of this entry