Arsip Blog

macam aliran Filsafat pengetahuan

Aliran-Aliran-dalam-Filsafat-Pendidikan

dialektika.net

Prof Dr. Notonegoro, yang dikenal sebagai ilmuwan filsafat Indonesia dan ahli fikir filsafat Pancasila, mengatakan bahwa studi filsafat dimaksudkan untuk “pendidikan mental”. Pendidikan mental yang dimaksudkan adalah cara atau bentuk mentalitas filsafat yang memuat tujuan khusus dan umum.

Adapun tujuan umumnya adalah menjadikan manusia yang susila. Pengertian susila di sini terdapat dalam ruang lingkup tertentu sesuai dengan tempat dan aturan yang ada. Orang yang bersusila dipandang sebagai ahli filsafat, ahli hidup, dan sekaligus sebagai orang yang bijaksana. Sedangkan tujuan khususnya adalah menjadikan manusia yang berilmu dan dalam hal ini ahli filsafat dipandang sebagai orang yang pandai dalam ilmu pengetahuan (ilmuwan), yang selalu mencari kenyataan kebenaran dari semua problem pokok keilmuwan.[1]

Mengenai pengertian ilmu dan filsafat, pada zaman dahulu memang memilik pengertian yang tumpang tindih. Hal ini berlangsung cukup lama dalam sejarah perkembangan pemikiran dan pengetahuan manusia. Oleh karena itu penting kiranya mengetahui hubungan antara keduanya. Read the rest of this entry

filsafat: Pengertian Pengetahuan

Sebelum memaparkan tentang ilmu pengetahuan secara definitif, perlu kita memahami mengenai pengetahuan terlebih dahulu, perhatikan contoh sederhana berikut, “si Fulan kemarin tidak dapat mengerjakan pekerjaan rumah yang ditugaskan o;eh gurunya, yakni soal matematika nomer lima, setelah diberitahu oleh gurunya di kelas baru dia bisa mampu mengerjakan soal itu, dan dikatakan bahwa si Fulan sudah mempunyai ilmu tentang soal maematika itu”

Dari gambaran di atas dapat dikatakan bahwa secara umum ilmu itu diberarti tahu, ilmu itu pengetahuan, seseorang yang mampu mengerjakan sesuatu dikatakan berilmu dan seseorang yang banyak ilmunya dikatakan ilmuwan atau ahli pengetahuan.

Pada dasarnya pengetahuan mempunyai tiga kriteria, yaitu adanya suatu gagasan dalam pikiran, penyesuaian gagasan itu dengan benda-benda sebenarnya dan adanya keyakinan tentang penyesuaian itu. Misalkan, ketika kita melihat ‘bulan’ hal itu beberarti dalam pikiran kita kita ada gagasan tentang adanya sebuah benda langit yang namanya ‘bulan’ gagasan dalam pikiran itu bersesuaian dengan bulan yang benar-benar ada dan kita yakin bahwa bulan itu ada. Read the rest of this entry