Arsip Blog

BENCANA KEMANUSIAAN AKIBAT DARWISME

HARUN YAHYA

Banyak yang tidak menyangka atau malah tidak percaya bila Darwinisme turut memberi spirit dan kontribusi atas berbagai ideologi besar yang lahir di dunia ini. Nazisme, Fasisme, Komunisme, Liberalisme dan Kapitalisme, adalah beberapa diantaranya. Ideologi-ideologi ini, yang merupakan penghasung pemujaan pada atheisme dan materialisme, secara sadar telah menyandarkan diri pada Âkonsep ilmiahÊ dari Darwinisme. Para penggagasnya merasa mendapatkan pembenaran ilmiah atas berbagai tindakannya yang membawa bencana dan kesengsaraan bagi ummat manusia. Pembunuhan, penyiksaan, perampasan, pelecehan hak dan kehormatan atas bangsa dan pihak berseberangan dianggap sebuah tangga titian menuju kejayaan.  Kebanggaan dan kejumawaan atas ras dan ideologi menjadi pendorong penindasan dan penistaan. Yang lemah harus menyingkir dan menjadi budak mereka yang kuat. Penerus generasi dan peradaban adalah mereka yang kuat, sementara yang lemah harus rela untuk lenyap dan tenggelam dalam catatan sejarah. Demikianlah, suka atau tidak, inilah keniscayaan hukum alam yang mesti diterima. Keniscayaan yang menjadi ruh evolusi yang dikemukakan Darwin.

Gagasan Darwin tentang keunggulan ras (dalam hal ini kulit putih), kelangsungan hidup bagi yang terkuat, pertentangan dalam mempertahankan hidup, benar-benar menjadi kesempatan emas bagi para ideolog semacam Hitler, Heinrich von Treitchke, Benito Mussolini, Karl Marx dan Friedrich Engels untuk mendapatkan sandaran ilmiah atas gagasan-gagasan mereka. Hal ini setidaknya dapat dilihat dari suka citanya Engels kala membaca karya Darwin, The Origin of Species . Engels menulis

kepada Marx, “Darwin, yang kini sedang saya baca, sungguh mengagumkan.” Lalu Marx pun menjawab, “Ini adalah buku yang berisi dasar berpijak pada sejarah alam bagi pandangan kita”

Hal yang sama juga dilakukan Hitler melalui praktek Eugenics . Eugenics adalah praktek pemurnian ras yang mengatakan bahwa ras manusia dapat diperbaiki dengan cara yang sama sebagaimana hewan berkualitas baik dapat dihasilkan melalui perkawinan hewan-hewan yang sehat. Maka kala ilmu aneh ini diterapkan, atas perintah rahasia Hitler, dilenyapkanlah ribuan orang-orang berpenyakit dan cacat disamping memperbanyak jumlah manusia sehat.

Itulah contoh-contoh kasus dari badai bencana akibat Darwinisme terhadap kemanusiaan. Masih ada lagi ÂkaryaÊ para pembawa sengsara lain yang jejaknya jelas bertebaran di muka bumi. Inilah gagasan yang terlihat ilmiah pada tampak luarnya, namun sesungguhnya menyimpan sebuah agenda ÂpenyesatanÊ yang luar biasa. Inilah juga potret dari faham yang menjadi keyakinan banyak orang, termasuk kalangan ilmuwan ternama sekalipun. Faham yang secara sistematis dan memabukkan membawa penganutnya pada pengingkaran akan nilai–nilai kebaikan dan keadilan. Juga, faham yang kemudian mengarahkan manusia untuk mengingkari nilai ketuhanan.

Banyak karya-karya yang menelaah dan mengkritisi tentang Teori Evolusi ÂfirmanÊ yang tak terbantahkan atau dogma yang kebenarannya harus diterima tanpa perlu adanya pembuktian. Saatnyalah untuk berhenti sejenak, merenungi kenyataan yang sesungguhnya dan memikirkan kembali keabsahan tersebut yang didak di trima oleh akal.

Dan katakanlah: „Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap.‰ Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap (Q.S. Al IsraaÊ :81)