Arsip Blog

Antara cinta atau belas kasihan?

Sering kali kita membutuhkan bantuan dan pertolongan oranglain, atau kita diminta tolong oleh teman kita,saudara, atau mungkin calon pacar atau bekas pacar. Pencitraan, kesan pertama yang tersirat dalam hati ketika kita memberikan bantuan untuk pacar maupun calon pacar, supaya kita dilihat sok supel, sok perhatian dan bahkan penyayang. untung saja tuhan merahasiakan isi hati antara manusia dengan manusia lain, jika saja hati itu transparan seperti kaca maka dia tidak akan meminta bantuan kita karena hanya sedikit bantuan, kamu meminta imbalan hatinya.

Motivasi seseorang menolong orang lain mempunyai banyak sekali motif atau tujuan, ada yang menolong orang karena dipaksa, ada orang menolong karena sudah terlanjur janji, ada pula orang yang menolong karena membalas budi,semua itu pada hakikatnya adalah motif yang kurang benar, karena yang benar adalah menolong karena allah bukan karena siapapun, bukan karena sebab kita menolong orang lain. Akan tetapi semua hal itu tidak menjadi masalah karena masih dalam koledor kewajaran dan sesuai dengan rumus social, hidup harus ada timbbal balik seperti baik dibalas baik, Hutang dibalas membayar, bertanya dibalas dengan jawaban dll.

Akan tetapi ada sebuah motif yang tidak wajar dan sangat menjengkelkan bagi saya, yaitu menolong karena “belas kasihan”, coba kita bandingkan rasanya kita ditolong orang lain karena empati dan perhatian dengan ditolong orang lain karena Kasihan? Sebuah ironi karena ditolong dengan belas kasihan,lebih baik tidak,dari pada ditolong karena belas kasihan, seolah kita sedang mengemis dan tidak mampu untuk melakukan hal tersebut, seperti kita membalas sms karena kasihan dengan “oh”, “hehe”,“owhhh”. Itu merupakan sebuah kesombongan, kecongkakan sifat yang harus dibuang dari muka bumi ini jika bisa. Read the rest of this entry