Category Archives: TOKOH ISLAM

islamlah yang menjadi kunci perkembangan dunia kini dan nanti

malas itu Manusiawi

dialektika.net

dialektika.net

manusia memang diciptakan oleh allah dengan segala kelebihannya dibanding mahluk lain, dibandingkan setan, jin, malaikat dan mahluk lain yang tampak maupun tidak tampak, akan tetapi terkadang kita sebagai mahluk yang hampir sempurna selalu mengagungkan dan menyanjung mahluk lain seperti malaikat jika seorang baik,, dan menjelekan seorang dengan hinaan setan.. karna perilakunya tidak baik

tapi sebenarnya keduanya itu sudah melekat pada manusia, manusia bisa bagaikan malaikat, bahkan lebih istimewa darinya.. dan terkadang bagaikan setan, bahkan lebih buruk darinya, dan seta pun ada yang tamak dan tidak tampak yang tampak ya manusia  Read the rest of this entry

Syeikh Abdul Qadir Al Jailani

Syeikh Abdul Qadir Al Jailani adalah seorang ‘alim di Baghdad. Biaografi beliau dimuat dalam Kitab Adz Dzail ‘Ala Thabaqil Hanabilah I/301-390, nomor  134, karya Imam Ibnu Rajab Al Hambali. Buku ini belum diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Imam  Ibnu Rajab menyatakan bahwa Syeikh Abdul Qadir Al Jailani lahir pada tahun 490/471 H di kota Jailan atau disebut juga denganKailan. Sehingga diakhir nama beliau ditambahkan kata Al Jailani atau Al
Kailani atau juga Al Jiliy. Wafat pada hari Sabtu malam, setelah maghrib, pada tanggal 9 Rabi’ul Akhir tahun 561 H di daerah Babul Azaj.

Beliau meninggalkan tanah kelahiran, dan merantau ke Baghdad pada saat beliau masihmuda. Di Baghdad belajar kepada beberapa orang ulama’ seperti Ibnu Aqil,Abul Khatthat, Abul Husein Al Farra’ dan juga Abu Sa’ad Al Muharrimi. Beliau belajar sehingga mampu menguasai ilmu-ilmu ushul dan juga perbedaan-perbedaan pendapat para ulama’. Suatu ketika Abu Sa’ad  AlMukharrimi membangun sekolah kecil-kecilan di daerah yang bernama Babul Azaj. Pengelolaan sekolah ini diserahkan sepenuhnya kepada Syeikh AbdulQadir Al Jailani. Beliau mengelola sekolah ini dengan sungguh-sungguh.

Read the rest of this entry

IMAM ASY-SYAFI’I

 Pemilik Manhaj Fiqih Yang Memadukan Antara Dua Madzhab Pendahulunya 

gmana kbar sahabat dialektika? minal a’idin walfaizin,,  admin banyak salah selama menemani agan’ semua belajar, dah hampir satu bulan admin ga posting, , soalnya lagi mudik and sibuk jadi ga sempet, pada postingan ini kita akan mengenal lebih dekat dengan  salah satu tokoh madhab fiqih imam assyafi’i.

Nama Dan Nasabnya 

Beliau adalah Muhammad bin Idris bin al-‘Abbas bin Utsman bin Syafi’ bin as-Saib bin ‘Ubaid bin ‘Abdu Yazid bin Hasyim bin Murrah bin al-Muththalib bin ‘Abdi Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’b bin Lu`ay bin Ghalib Abu ‘Abdillah al-Qurasyi asy-Syafi’i al-Makki, keluarga dekat Rasulullah SAW dan putera pamannya.

Al-Muththalib adalah saudara Hasyim yang merupakan ayah dari ‘Abdul Muththalib, kakek Rasulullah SAW. Jadi, Imam asy-Syafi’i berkumpul (bertemu nasabnya) dengan Rasulullah pada ‘Abdi Manaf bin Qushay, kakek Rasulullah yang ketiga

Sebutan “asy-Syafi’i” dinisbatkan kepada kakeknya yang bernama Syafi’ bin as-Saib, seorang shahabat junior yang sempat bertemu dengan Raasulullah SAW ketika masih muda.

Sedangkan as-Saib adalah seorang yang mirip dengan Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan bahwa ketika suatu hari Nabi SAW berada di sebuah tempat yang bernama Fushthath, datanglah as-Saib bin ‘’Ubaid beserta puteranya, yaitu Syafi’ bin as-Saib, maka Rasulullah SAW memandangnya dan berkata, “Adalah suatu kebahagiaan bila seseorang mirip dengan ayahnya.” 

Sementara ibunya berasal dari suku Azd, Yaman.

Gelarnya 

Ia digelari sebagai Naashir al-Hadits (pembela hadits) atau Nasshir as-Sunnah, gelar ini diberikan karena pembelaannya terhadap hadits Rasulullah SAW dan komitmennya untuk mengikuti as-Sunnah.

Kelahiran Dan Pertumbuhannya 

Para sejarawan sepakat, ia lahir pada tahun 150 H, yang merupakan -menurut pendapat yang kuat- tahun wafatnya Imam Abu Hanifah RAH tetapi mengenai tanggalnya, para ulama tidak ada yang memastikannya.

Tempat Kelahirannya 

Ada banyak riwayat tentang tempat kelahiran Imam asy-Syafi’i. Yang paling populer adalah bahwa beliau dilahirkan di kota Ghazzah (Ghaza). Pendapat lain mengatakan, di kota ‘Asqalan bahkan ada yang mengatakan di Yaman.

Imam al-Baihaqi mengkonfirmasikan semua riwayat-riwayat tersebut dengan mengatakan bahwa yang shahih beliau dilahirkan di Ghaza bukan di Yaman. Sedangkan penyebutan ‘Yaman’ barangkali maksudnya adalah tempat yang dihuni oleh sebagian keturunan Yaman di kota Ghaza. Beliau kemudian lebih mendetail lagi dengan mengatakan, “Seluruh riwayat menunjukkan bahwa Imam asy-Syafi’i dilahirkan di kota Ghaza, lalu dibawa ke ‘Asqalan, lalu dibawa ke Mekkah.”  Read the rest of this entry