Category Archives: Kumpulan makalah-makalah

Kajian Hukum Tatanegara Dewan Pengawas KPK

Keberadaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai lembaga anti rasuah di Indonesia dibentuk oleh UU No. 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi berdasarkan ketidakpercayaan masyarakat kepada lembaga yang sebelumnya mengusut korupsi seperti Kejaksaan dan Kepolisian pasca momentum reformasi. KPK sendiri ditegaskan sebagai lembaga independen berdasarkan pasal 3 UU No. 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang berbunyi “Komisi Pemberantasan Korupsi adalah lembaga negara yang dalam melaksanakan tugasnya bersifat independen dan bebas dari pengaruh kekuasaan manapun”Lahirnya KPK didasarkan pada perkembangan pemikirian di dunia hukum bahwa korupsi merupakan kejahatan luar biasa atau extraordinary crime yang akan merusak perekonomian negara.

Independensi sebagai prinsip fundamental dalam berjalannya KPK, hal ini bertujuan agar KPK dapat menjalankan tugasnya untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna terhadap upaya pemberantasan tindak pidana korupsi tanpa adanya intervensi dari kekuasaan manapun.Di akhir masa jabatan DPR periode 2014-2019, dikemukakan wacana revisi UU KPK yang harapannya akan disahkan sebelum periode kepengurusan berakhir.

Hal ini ditegaskan oleh Ketua DPR, Bambang Soesatyo yang berharap Badan Legislasi DPR dan Pemerintah bisa cepat mengatasi revisi ini. Menurut anggota Komisi II DPR RI Fraksi Partai Nasdem, Zulfa Linda, mengatakan bahwa revisi UU KPK berfokus hanya pada dua point karena alasan keterbatasan waktu. Pertama, perihal Dewan Pengawas KPK dan penerbitan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3). Read the rest of this entry

AL-MASLAHAH AL-MURSALAH

Secara etimologi, kata “Maslahah” adalah bentuk masdar dari kata kerja yang berarti manfa’at, faedah, bagus atau berguna. Dengan demikian, dari sisi ilmu shorof (mortologis) mempunyai wazan (pola) yang sama dengan kata “manfa’at”, yang dalam bahasa ‘Arab berarti hal yang mendorong kkepada kebaikan atau membawa manfa’at bagi manusia.

Selanjunya dihubungkan dengan kata “mursalah” maka dalam kata “Al-Maslahah al-Murasalah” terda[pat hubungan kata sifat dan yang disifati, kata “Al-maslahah” sebagai kata sifat, sedangakan kata”Al-Mursalah” sebagai kata yang disifati

Sedangkan kata “Al-Mursalah”  menurut ilmu shorof (mortologis) adalah isim maf’ul dari kata kerja yang semakna dengan kata yang berarti “sesuatu yang terlepas atau sesuatu yang dilepaskan. Dengan demikian  kata “Al-Maslahah Al-Mursalah” secara etimologi dapat diartikan “suatu kebaikan, suatu manfa’at  atau suatu faedah yang dilepaskan”. Artinya suatu kebaikan, manfa’at, atau faedah dari suatu perbuatan yang tidak ada penjelasan secara fisik dari Nash mengenai boleh tidaknya perbuatan itu dikerjakan.[1] Read the rest of this entry

sebab dan Sejarah Munculnya Teologi islam

Sedikit Sejarah Munculnya Teologi –teologi islam, Sebenarnya ikhtilaf telah ada di masa sahabat, hal ini terjadi antara lain karena perbedaan pemahaman di antara mereka dan perbedaan nash (sunnah) yang sampai kepada mereka, selain itu juga karena pengetahuan mereka dalam masalah hadis tidak sama dan juga karena perbedaan pandangan tentang dasar penetapan hukum dan berlainan tempat. Sebgaimana di ketahui, bahwa ketika agama Islam telah tersebar meluas ke berbagai penjuru, banyak sahabat Nabi yang telah pindah tempat dan berpencar – pencar ke negara yang baru tersebut.

Dengan demikian, kesempatan untuk bertukar pikiran atau bermusyawarah memecahkan sesuatu masalah sukar dilaksanakan sejalan dengan pendapat diatas, Qasim Abdul Aziz Khomis menjelaskan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan ikhtilaf di kalangan sahabat ada tiga yakni :

1. Perbedaan para sahabat dalam memahami nash-nash Al-Qur’an

2. Perbedaan para sahabat di sebabkan perbedaan riwayat

3. Perbedaan para sahabat di sebabkan karena ra’yu.

Read the rest of this entry

TEOLOGI FEMINISME

TEOLOGI FEMINISME

  1. A.   Pengertian Feminisme

Istilah “Feminisme” berasal dari kata Latin : Femina yang artinya wanita. Gerakan feminisme bermaksud mengkritik struktur patriarkhat yang berada dalam masyarakat dan berusaha untuk mengadakan suatu struktur masyarakat yang lebih adil.  Dalam patriarki (pater: bapak, arkhe : asal mula yang menentukan) laki-laki berkuasa atas semua anggota masyarakat yang lain dan mempertahankan kuasa itu sebagai milik yang sah. Dalam masyarakat semacam ini, pandangan androsentris (andros : laki-laki,sentris :berhubung dengan inti ) menentukan budaya, yakni segala peristiwa dilihat dari sudut laki-laki.

Sebagaimana dikemukakan (Fitalay:1997:19) bahwa feminisme yang berasal dari kata latin femina yang berarti memiliki sifat keperempuanan diawali oleh persepsi tentang ketimpangan posisi perempuan dibandingkan laki-laki di masyarakat. Akibat persepsi ini, timbul berbagai upaya untuk mengkaji penyebab ketimpangan tersebut untuk mengeliminasi dan menemukan formula penyetaraan hak perempuan dan laki-laki dalam segala bidang, sesuai dengan potensi mereka sebagai manusia

. Read the rest of this entry

Nasahk dan permasalahannya

PENDAHULUAN 

Dalam kaitannya terhadap ilmu Ushul Fiqh terdapat begitu banyak pemahaman dari para ulama terhadap pengambilan hukum fiqh itu sendiri. Sehingga tidak mengherankan ditengah pemahaman mereka yang kontraversial itu, begitu banyak melahirkan qoidah ushuliyyah yang tentunya mengarah pada pandangan masing-masing golongan ulama itu sendiri.

Maka pada pembahasan ini hanya sedikit membahas tentang problematikan nasakh yang mana dalam masalah ini ada di antara mereka yang menerima nasakh dan bahkan adapula yang mengingkari nasakh itu sendiri baik terhadap dalil yang qot’i maupun yang dzonni.

  1. 1.      Pengertian

Dalam kajian ushul fiqh, masalah nasakh ini menjadi salah satu topik yang hangat dibicarakan oleh para ulama ushul. Oleh karena itu, uraian berikut ini akan menjelaskan bagaimana sesungguhnya masalah nasakh ini dalam kaitanya dengan Hukum Islam.

Secara etimologi, kata nasakh di dalam bahasa Arab diartikan dengan التبدل ” ” (mengubah, mengganti), الرفع ” ” (penghapusan) atau disebut dengan الإزالة ” ” (menghilangkan) dan sama pula artinya dengan الإبطال ” ”  (pembatalan). Dan adapula yang mengartikan nasakh dengan النقل ” ”  yaitu, memeindahkan atau mengganti.

Kemudian, nasakh menurut istilah syara’ atau yang diartikan oleh para ulama ushul fiqh terdapat beberapa definisi yang pada dasarnya tidak terdapat perbedaan prinsipil, kecuali berbeda dalam redaksional. Di antara definisi tersebut dapat dikemukakan pada uraian berikut ini: Read the rest of this entry