Hukum Perkawinan Beda Agama Di Negara Civil Law Sistem

Perkawinan merupakan sebuah peristiwa hukum yang bersifat urgent, karena akan merubah status hukum dan menambah tanggung jawab seseoarang diamata hukum ketika tidak bias memenuhi unsur hukum yang ada dalam perkawianan, oleh karena itu perkawinan di Indonesia di fundamentasliskan kepada agama atau kepada peraturan peundang-undangan atau hukum positif Penegasan terhadap dasar perkawinan sangatlah penting karena berdampak pula terhadap ketentuan hukum yanag akan berlaku.

Indonesia sebagai Negara yang mengguanakan perundang-undanga sebagai sumber hukum lebih tepatnya sisitem hukum civil law dikarenakan bsumber hukumnya berasal dari hukum yang tertulis, hal tersebut menegaskan bahwa idonesia adalah Negara civil law, akan tetapi putusan hakim bias dijadikan sumber hukum dan bias di ikuti oleh hakoim yang lain ketika memutuskan perkara serupa yang disebut sebagai Yurisprudensi, hal tersebut hamper serupa dengan Negara sistem common lawyang menguanakn putusan hakim sebagai dasar hukum seperti Negara inggris, dan bias di simpulkan Indonesia mengunakam sistem campuran antara civil law dan common law, akan tetapi lebih dominan kepada sistem civil law.

Studi komparasi ini membandingkan hukum perkawinan beda agama antara Negara sistem civil law dalam hal ini mengambil contoh Negara Indonesia dan Singapura di komparasikan dengan sistem Negara common law salah satunya ialah inggris yang mengunakan sisitem kerajaan.

Pada dasarnya, hukum perkawinan di Indonesia tidak mengatur secara khusus mengenai perkawinan pasangan beda agama sehingga ada kekosongan hukum. Mengenai sahnya perkawinan adalah perkawinan yang dilakukan sesuai agama dan kepercayaannya sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Perdata. Hal ini berarti UU Perkawinan menyerahkan pada ajaran dari agama masing-masing.

Hak isteri terhadap nafkah dan harta bersama sepenuhnya tergantung kepada ada tidaknya perkawinan yang sah sebagai alas hukumnya, begitu pula dari perkawinan yang sah akan melahirkan anak-anak yang sah. Hal ini karena anak yang lahir dari perkawinan yang tidak sah hanya mempunyai hubungan hukum dengan ibunya, sebagaimana diatur dalam Pasal 43 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 menentukan bahwa; ”Anak yang dilahirkan di luar perkawinan hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibunya, keluarga ibunya”, sehingga segala hak anak terhadap bapaknya akan hilang dan tidak diakui oleh hukum[1]

Di Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara, telah ada permohonan dan penetapan No 41/PDT.P/2012/PN.AMD yang dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri Airmadidi yang berisi tentang pemberian izin untuk melangsungkan perkawinan beda agama antara Dani Samosir dan Astriani Van Bone dihadapan pegawai Kantor Catatan Sipil Airmadidi. Sementara seluruh agama yang diakui di Indonesia tidak membolehkan adanya perkawinan yang dilakukan jika kedua calon beda agama.

Syarat yang ditentukan dalam perkawinan. Agama Islam melarang keras setiap orang untuk melaksanakan perkawinan campuran karena tidak sesuai dengan aturan agama Islam. Dalam pandangan agama Islam, perkawinan yang dilakukan antara dua orang yang berbeda agama adalah tidak sah. Sehubungan dengan soal keabsahan dari perkawinan beda agama tersebut juga berdampak pada hak mewaris anak yang diperoleh dari perkawinan tersebut. Di dalam Pasal 43 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 menentukan bahwa; ”Anak yang dilahirkan di luar perkawinan hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibunya, keluarga ibunya.” Selama ini, perbedaan agama dipandang sebagai salah satu faktor yang menghambat seseorang mendapatkan waris dari orang tuanya.[2]

UU Perkawinan yang menjadi dasar hukum perkawinan di Indonesia tidak mengenal perkawinan beda agama.Namun merujuk pada UU Adminduk, perkawinan beda agama sudah diakui di Indonesia terlihat dari diaturnya mengenai pencatatan perkawinan beda agama (perkawinan yang ditetapkan oleh Pengadilan). Ini berarti perkawinan beda agama dapat dilakukan di Indonesia dan perkawinan tersebut sah. Tentu saja ini bergantung dari keputusan Hakim apakah akan memberikan penetapan perkawinan atau tidak (dengan mempertimbangkan ajaram agama calon mempelai dan hal-hal lainnya).

Adapun Negara Civil law yang lain seperti Singapura, yang merupakan negara yang memiliki solidaritas tinggi dalam beragama dan merupakan negara sekular yang netral dalam permasalahan agama dan tidak mendukung orang beragama maupun orang yang tidak beragama. Salah satu contoh perkawinan beda agama yang dilangsungkan di Singapura adalah perkawinan antara Iwan Suhandy yang beragama Budha dengan Indah Mayasari yang beragama Kristen Katholik dan keduanya berdomisili di Batam.

Persyaratan utama untuk dapat melangsungkan perkawinan di Singapura adalah yang bersangkutan harus tinggal di Singapura minimal 20 hari berturut-turut. Setelah memenuhi persyaratan tersebut, calon pengantin baru mulai dapat mengurus administrasinya secara onlinedi gedung Registration for Married. Pemerintah Singapura memberikan layanan perkawinan dengan pendaftaran online baik bagi warga negara Singapura, permanent resident, maupun foreigner 100%. Hanya dalam waktu 20 menit mendaftarkan diri ke legislasi perkawinan Singapura dengan biaya paling banyak 20 dollar Singapura, tanpa mempermasalahkan beda agama, dijamin sertifikat perkawinan legal dan bisa diterima oleh hukum manapun di dunia

[1] Purwaharsanto,F.X.S.,Perkawinan Campuran Antar Agama menurut UU RI No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan: Sebuah Telaah Kritis,Aktualita (Media Cetak, Yogyakarta, 1992).h.156.

[2] Nasution, H Amin Husein. Hukum Kewarisan,(PT.RajaGrafindo Persada, Jakarta, 2012).h.89.

About Luxman Dialektika

seorang lulusan fakultas Hukum Universitas Islam Negeri Malang dan meneruskan di Program Magister Ilmu Hukum Universitas Brawijaya yang aktif di pergerakan dan nyantri di Pesantren Salafiyah Syafiiyah Nurul Huda MALANG, saya orang lampung yang nyasar ke malang, yang terpenting dalam hidup ialah sederhana, santun, jujur, gaya terserah kalian saja, yang terpenting jangan berhenti belajar dan punya konsep di masa depan. okee :)

Posted on Juli 19, 2017, in edukasi and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: