Monthly Archives: Mei 2017

Dinamika Masyarakat Periode Kontemporer

Masyarakat memang tidak berkembang seperti yang digambarkan oleh August Comte melalui teori La loi des trois etat yang diciptakannya. Menurut teori ini, masyarakat berkembang secara linear dari tahap teologis, metafisik sampai kepada tahap terakhir, positivistik. Pada dua tahap yang disebutkan pertama, agama masih dianggap mempunyai pengaruh dominan dalam struktur masyarakat sehingga jika terjadi peristiwa apa saja, semuanya dikembalikan dan direkonsiliasikan kepada agama. Dalam tahapan demikian pola pemikiran masyarakat masih sangat sederhana.

Agama kemudian dianggap kehilangan peran sosialnya dalam masyarakat, setelah masyarakat mengalami kemajuan di bidang pemikiran sebagai buah dari paham rasionalisme, yang ditandai dengan kemajuan di bidang keilmuan dan tekhnologi. Dilihat dari perspektif filsafat sejarah kontemplatif, konsep Effat al-Shaqawi dalam kitab Falsafah al-Hadharah al-Islamiyah (1980), proses perkembangan masyarakat seperti yang digambarkan Comte merupakan proses gerak maju ke depan.

Dalam hubungannya dengan era kontemporer, konsekwensi logis dinamika masyarakat, telah memunculkan apa yang sering di istilahkan dengan era globalisasi. Secara sederhana globalisasi diartikan sebagai satu titik perhatian; meskipun ia terdiri dari beberapa negara yang terpisah dan dihuni oleh kelompok manusia yang berbeda bangsa, bahasa dan agama. Menyatunya titik pandang itu karena sudah begitu lancarnya komunikasi dan transportasi hingga jarak tidak lagi berarti dan lancarnya arus informasi sehingga sekat wilayah dan budaya menjadi kabur disebabkan kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Globalisasi ini menyebabkan terjadinya perubahan dan pergolakan yang besar dalam seluruh segi kehidupan. Read the rest of this entry

Kerancuan Konsep Khilafah Hizbut Tahrir

Hizbut Tahrir adalah sebuah organisasi transnasional yang mencita-citakan seluruh dunia ini berada dalam satu pemerintahan global, yang mereka sebut ‘khilafah’. Salah satu jargon utama mereka adalah antidemokrasi, yang mereka anggap sebagai sumber dari segala kerusakan. Mereka sangat biasa berargumen: apapun masalahnya, khilafah solusinya. Awalnya, mereka menyatakan diri sebagai organisasi pemikiran dan anti kekerasan. Namun, konflik Suriah telah membongkar kedok mereka: ternyata HT adalah pendukung aksi terorisme atas nama jihad. Selain itu, rekam jejak HT selama ini juga menunjukkan sikap plin-plan mereka.

Di tahun 2009, HTI pernah menyerukan persatuan Sunni-Syiah dalam naungan khilafah. Saat itu HTI terlihat begitu arif dan cerdas dalam memandang adanya upaya pemecah-belahan kaum muslimin, yang dilakukan oleh Barat dan aliansinya, melalui isu Sunni-Syiah. Bukan hanya itu, saat dilangsungkannya Konferensi Bogor untuk membantu mencari solusi konflik Irak yang juga disertai sentimen mazhab, HTI menunjukkan dukungannya pada upaya persatuan Sunni-Syiah. Read the rest of this entry

Politisasi Dan Radikalisme Agama di Indonesia

konflik antar Ormas yang sangat rentan menjadi alat politik Sebagaimana kita ketahui, semenjak dimulainya panggung pilkada DKI Jakarta dari sebelum dilaksanakannya pemilihan putaran satu sampai menjelang Putaran kedua, bangsa Indonesia telah mengalami beberapa peristiwa penting yang melibatkan masyakat secara umum bukan hanya warga Jakarta saja melainkan sudah menjadi isu nasional. Diawali dengan Dugaan penistaan agama oleh salah satu calon gubernur DKI Jakarta, dilanjutkan dengan beberapa aksi besar yang melibatkan umat islam yang berlangsung di Jakarta, dilanjutkan dengan beberapa kejadian konflik antar ormas, dugaan Makar  dan beberapa kasus lain, yang sampai saat paper ini ditulis keadaan bangsa Indonesia belum bisa dikatakan kondusif.

Belum lagi konflik yang terjadi dalam dalam Organisasi Masyarakat islam sendiri seperti Nahdlatul Ulama, Front Pembela Islam, Muhamdiyyah dan beberapa ormas islam lainya yyang menunjukan perbedaan pendapat yang mencolok seolah ingin menunjukan pilihan politik mereka, sampai tidak sadar telah mencederai tujuan mulia dari ormas tersebut dan menjadikan sesame orrmas islam lainya yang berbeda piilihan politik menjadi musuh. Read the rest of this entry