Acara Pengadilan Anak

  1. Perkara Anak Nakal

Anak nakal adalah anak yang melakukan tindak pidana atau perbuatan yang terlarang bagi anak.  Baik terlarang menurut perundang-undangan maupun peraturan hukum lain yang hidup dan berlaku dalam masyarkat.  Masalah anak melakukan tindak pidana dapat mudah dipahami yakni melanggar ketentuan dalam peraturan hukum pidana yang ada.  Anak nakal yang dapat diajukan ke depan sidang pengadilan anak minimum berumur 8 tahun dan maksimum belum berumur 18 tahun serta belum pernah menikah.

  1. Penyidikan

Penyidikan adalah serangkaian tindakan penyidik selama pemeriksaan pendahuluan untuk mencari bukti-bukti tentang tindak pidana.  Tindakan itu dapat meliputi, pemanggilan dan pemeriksaan saksi saksi, penyiitaan alat bukti, pengeledahan pemanggilan, dan pemeriksaan tersangka, melakukan penangkapan, melakukan penahanan, dan lain sebagainya.  Penyidikan terhadap anak nakal dilakukan oleh  penyidik anak, yang ditetapkan berdasarkan surat keputusan kepala kepolisian RI atau pejabat yang ditunjuk olehnya. Dengan demikian penyidik umum tidak dapat melakukan penyidikan atas perkara anak nakal, kecuali dalam hal tertentu seperti belum ada penyidik anak ditempat tersebut, adapun syarat-syarat untuk menjadi penyidik anak sesuai pasal 41 (2) Undang-Undang  No 3 Tahun 1997 adalah: telah berpengalaman sebagai penyidik dan mempunyai minat, perhatia, dedikasi dan memahami masalah anak.

  1. Penangkapan

Penangkapan adalah suatu tindakan berupa pengekangan smentara waktu kebebasan tersangka atau terdakwa dengan menempatkannya pada rumah tahanan Negara atau rutan. Adapun syarat-syarat untuk melakukan penangkapan adalah:

  1. Syarat formal
  • Dilakukan oleh penyidik polri atau oleh penyelidik atas perintah penyidik
  • Dilengkapi dengan surat perintah penangkapan dari penyidik
  • Menyerahkan surat perintah penangkapan kepada tersangka dan tembusannya kepada pihak keluarga
  1. Syarat Material
  • Ada bukti permulaan yang cukup atau (pasal 17 KUHP)
  • Penangkapan paling lama untuk satu kali 24 jam
  1. Penahanan

Penanahan adalah penempatan tersangka atau terdakwa ditempat tertentu oleh penyidik, atau penuntut umum, atau hakim. Penahanan itu sendiri sesuai pasal  angka 21 KUHP dapat berupa:

  1. Ditahan di rumah tahanan Negara yag dapat meliputi:
  • Lembaga Pemasyarakatan
  • Kantor Polisi
  • Kantor Kejaksaan dan lain-lain
  1. Tahanan Rumah
  2. Tahanan Kota atau pasal 22 KUHP
  3. Bantuan Hukum

Bantuan hukum berarti suatu bentuk bantuan kepada tersangka dalam bentuk nasihat hukum. Untuk itu sesuai pasal 51 (1) UU Nomor 3 Tahun 1997 setiap anak sejak ditangkap atu ditahan, berhaka mendapat bantuan hukum dari seorang atau lebih penasihat hukum.

  1. Penuntutan

Penuntutan adalah pelimpahan suatu berkas perkara oleh jaksa penuntut umum pada pengadilan dengan membuat surat dakwaan. Penuntutan terhadap anak nakal (pasal 53 UU Nomor 3 Tahun 1997) dilakukan oleh penuntut umum anak yang ditetapkan berdasarkan surat keputusan jaksa agung atau pejabat lain yang ditunjuk. Oleh karena itu, tidak semua penuntut umum dapat bertindak sebagai penuntut umum anak dalam perkara anak nakal, akan tetapi hanya penuntut umum tertentu saja. Syarat-syarat untuk ditetapkan menjadi penuntut umum anak adalah:

  1. Telah berpengalaman sebagaii penuntut umum
  2. Mempunyai miat, perhatian, dedikasi dan memahami masalah anak
  3. Pemeriksaan di Muka Sidang

Sesuai dengan pasal 55 Undang –undang Nomoe 3 Tahun1997 dalam perkara anak nakal penuntut umum, penasihat hukum, pembimbing pemasyarakatan, orang tua, wali, atau orang tua asuh dan saksi wajib hadir di sidang anak. Adapaun acara peradilan anak nakal adalah:

  1. Laporan pembimbing pemasyarakatan (pasal 56 ayat (1))
  2. Pembukaan sidang anak
  3. Pemeriksaan saksi (pasal 58)
  4. Mengemukakan hal-hal yang bermanfaat bagi anak

About Luxman Dialektika

seorang yang masih belajar di Universitas Islam Negri malang fakultas hukum yang aktif di pergerakan dan nyantri di Pesantren NH MALANG, saya orang lampung yang nyasar ke malang, yang terpenting hiduplah sederhana,santun,jujur, gaya terserah kalian dah,, yang terpenting jangan berhenti belajar &a punya konsep masa depan. okee :) salam dialektika

Posted on Agustus 16, 2016, in DIALEKTIKA and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: