mengenal Prof. DR. KH. Ali Mustafa Ya’qub

dikutip dari news.okezone.com, Kabar Duka datang dari tokoh Islam Prof. DR. KH. Ali Mustafa Ya’qub (64), pagi tadi, beliau telah berpulang ke Rahmatullah saat menjalani perawatan di RS Hermina Ciputat. Kepergian mantan Imam Besar Masjid Istiqlal ini membuat umat Islam di Tanah Air berduka.

Dari riwayatnya, pria yang dikenal selalu menggunakan peci ini, lahir di Batang, Jawa Tengah pada 2 Maret 1952. KH Ali Mustafa mengawali pendidikannya di sekolah umum hingga SMP. Selepas itu, ia berniat memperdalam ilmu agama sehingga memutuskan melanjutkan pendidikan di pesantren daerah Seblak, Jombang, sampai tahun 1969.

Selanjutnya, Ali Mustafa muda melanjutkan belajar agama di Pesantren Tebu Ireng hingga tahun 1976. Tahun yang sama, ia melanjutkan pendidikan di Fakultas Syari’ah Universitas Hasyim As’ari sampai awal tahun 1976. Kemudian dia hijrah ke Saudi Arabia mengambil gelar sarjana di Universitas Muhammad ibnu Saud  sampai tahun 1985. Keinginannya belajar tak berhenti sampai di situ.

beliau melanjutkan pendidikan dengan mengambil gelar master di universitas yang sama pada jurusan Tafsir dan Ilmu Hadits. GEMAR MENULIS Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Asrorun Niam menjelaskan bahwa Prof Dr KH Ali Mustafa Ya’qub MA yang telah berpulang ke pelukan Ilahi adalah sosok ulama yang pandai menulis. “Beliau ini ahli hadits dari sedikit ahli hadits di Indonesia, ditambah, beliau juga sangat pandai menulis, kata-kata yang beliau tulis sangat mudah dipahami. Sudah banyak karyanya, kolom, buku, dan tulisan lain,” terang Niam Guru bagi umat Islam ini memiliki karya, di antaranya Sejarah dan Metode Dakwah Nabi (1997), Peran Ilmu Hadits Dalam Pembinaan Hukum Islam (1999), Fatwa-Fatwa Kontemporer (2002), Imam Perempuan (2006), dan Haji Pengabdi Setan (2006).

Keahlian dalam hal menulis, ujar Niam, sangat jarang dimiliki oleh ulama. Hal itulah yang membuat nama Ali Mustafa Ya’qub begitu sulit untuk dilupakan. “Beliau itu ulama tradisional yang sangat pandai menulis, jarang sekali ada ulama seperti itu, banyak teladan yang mesti kita contoh dari beliau,” ujar Niam.

Hari ini, beliau telah berpulang di usia ke-64 tahun. Selamat jalan Kiai, semoga Allah SWT menempatkan engkau di tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

About Luxman Dialektika

seorang yang masih belajar di Universitas Islam Negri malang fakultas hukum yang aktif di pergerakan dan nyantri di Pesantren NH MALANG, saya orang lampung yang nyasar ke malang, yang terpenting hiduplah sederhana,santun,jujur, gaya terserah kalian dah,, yang terpenting jangan berhenti belajar &a punya konsep masa depan. okee :) salam dialektika

Posted on April 28, 2016, in BIOGRAFI TOKOH, DIALEKTIKA and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: