Tuhan.. aq menikmatimu

Manusia diciptakan tuhan tidak lepas dari tiga hal yang pertama kematian, cobaan dan yang terakhir tidak akan lepas dari gunjingan orang lain. Tiga hal tersebuat pasti akan dialami oleh kita dan tidakaakan pernah bisa menghindar darinya, karena hal itu merupakan fitrah manusia.

Jangan sampai kita menyalahkan dan mengutuk oaring lain ketika salah satu diantara ketiga hal tersebut terjadi pada kita maupun sanak mamily kita,yang kita anggap sebagai biang dari semua kejadian yang merugikan kita, mereka (manusia) hanyalah sebuah lantaran karena semua yang terjadi sudah di desain oleh tuhan dengan tujuan dan baik, yang menurut kita baik belum tentu menurut tuhan baik, maka dari itu tuhan tidak mengabulkan apa yang kita minta secara spontanitas dan keseluruhan, akan tetapi bertahap dan melihat keseriuasan kita dalam berdo’a dan berusaha.

Tidak semua yang kita inginkan itu kita butuhkan, terkadang kita terlalu sok butuh terhadap sesuatu , dengan dalih kita membutuhkannya, padaha kita membutuhkannya karena keinginanan, bukan menginginkan sesuatu karena kebutuhan, kita harus bisa membedakan antara yang kita butuhkan dan kita inginkan, biasakanlah hidup dengan kebutuhan bukan apa yang diinginkan agar menjadi orang sederhana dan disayang tuhan.

Pandai-pandailah berterimakasih pada orang lain, karena berterimakasih adalah bentuk rasa syukur untuk sesama mahluk tuhan,jika “terimakasih” itu untuk manusia sebagai bentuk habluminannas, sedangkan “Alhamdulillah” untuk tuhan, yang merupakann bentuk habluuminaallah, tahukah anda? Jika mengeluh merupakan sebuah bentuk kebutaan kita terhadap nikmat, orang yang mengeluh itu belum bisa menikmati kenikmatan tuhan yang sangat tak terbatas dan penuh dengan rahasia, tidak semua orang melek terhadap sebuah nikmat.

Jika seorang istri memiliki suami yang hanya duduk malas disofa sambil menonton tv, karena itu artinya ia berada dirumah bukan di bar, café maupun tempat buruk lainnya, Jika seorang ibu memiliki anak-anak yang rebut berisik dan bikin gaduh itu artinya mereka dirumah dan tidak menjadi anak jalanan yang tidak jelas,Jika seorang memiliki hutang yang banyak karena itu artinya kita dituntut kerja keras dan berfikir lebih dari biasanya

Untuk banyaknya sampah dan bekas kotoran yang berserakan lingkungan rumah itu artinya kita memiliki keluarga dan banyak tetangga. Jika seorang memakai pakaian yang kesempitan itu artinya kita tumbuh subur dan tidak kekurangan,jika merasa lelah, penat dan jenuh itu semua artinya kita masih bisa bekerja keras dan berusaha keras,jika mendapatkan kritikan dan gunjingan tentang kita itu artinya mereka memperhatikan kita dan melihat jeli sikap dan tingkah kita, itu saja.

11-01-2015 mergosono,malang

About Luxman Dialektika

seorang yang masih belajar di Universitas Islam Negri malang fakultas hukum yang aktif di pergerakan dan nyantri di Pesantren NH MALANG, saya orang lampung yang nyasar ke malang, yang terpenting hiduplah sederhana,santun,jujur, gaya terserah kalian dah,, yang terpenting jangan berhenti belajar &a punya konsep masa depan. okee :) salam dialektika

Posted on Januari 12, 2015, in Cerita, DIALEKTIKA and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: