Antara cinta atau belas kasihan?

Sering kali kita membutuhkan bantuan dan pertolongan oranglain, atau kita diminta tolong oleh teman kita,saudara, atau mungkin calon pacar atau bekas pacar. Pencitraan, kesan pertama yang tersirat dalam hati ketika kita memberikan bantuan untuk pacar maupun calon pacar, supaya kita dilihat sok supel, sok perhatian dan bahkan penyayang. untung saja tuhan merahasiakan isi hati antara manusia dengan manusia lain, jika saja hati itu transparan seperti kaca maka dia tidak akan meminta bantuan kita karena hanya sedikit bantuan, kamu meminta imbalan hatinya.

Motivasi seseorang menolong orang lain mempunyai banyak sekali motif atau tujuan, ada yang menolong orang karena dipaksa, ada orang menolong karena sudah terlanjur janji, ada pula orang yang menolong karena membalas budi,semua itu pada hakikatnya adalah motif yang kurang benar, karena yang benar adalah menolong karena allah bukan karena siapapun, bukan karena sebab kita menolong orang lain. Akan tetapi semua hal itu tidak menjadi masalah karena masih dalam koledor kewajaran dan sesuai dengan rumus social, hidup harus ada timbbal balik seperti baik dibalas baik, Hutang dibalas membayar, bertanya dibalas dengan jawaban dll.

Akan tetapi ada sebuah motif yang tidak wajar dan sangat menjengkelkan bagi saya, yaitu menolong karena “belas kasihan”, coba kita bandingkan rasanya kita ditolong orang lain karena empati dan perhatian dengan ditolong orang lain karena Kasihan? Sebuah ironi karena ditolong dengan belas kasihan,lebih baik tidak,dari pada ditolong karena belas kasihan, seolah kita sedang mengemis dan tidak mampu untuk melakukan hal tersebut, seperti kita membalas sms karena kasihan dengan “oh”, “hehe”,“owhhh”. Itu merupakan sebuah kesombongan, kecongkakan sifat yang harus dibuang dari muka bumi ini jika bisa.

Ingat, ruh dari sebuah perbuatan besar maupun kecil, susah maupun sulit semua itu tergantung oleh niat dan keikhlasan, jika niat kita baik dan bukan memberi belas kasihan akan tapi kita tidak ikhlas itu percuma, bagai dongeng sebelum tidur. begitupun sebaliknya, kita ikhlas melakukan sebuah hal akan tetapi niat kita tidak baik, seperti pencintraan, mencari perhatian supaya diliat sok supel dan sok perhatian, itu semua percuma,laksana kerupuk yang telihat besar bentuknya tetapi ringan beratnya.

Mulai sekarang rubahlah kebiasaan kita yang terkadang sering menyepelekan orang lain dengan saling menghargai dan menghormati sesama, baik secara dhohir yang terlihat maupun dalam hati yaitu niat. Karena sekecil apapun perbuatan kita, dimanapun, kapanpun, siapapun, semuanya akan kembali pada diri kita, ringkasnya jika ingin dihormati maka hormatilah orang lain, jika ingin dihargai maka hargailah orang lain siapapun dia, lebih muda maupun tua, benar maupun salah, cantik maupun jelek. Dengan saling menghargai antar sesama. maka hidup kita akan harmonis lahir maupun batin dan akan nada rasa nyaman,yang lawan menjadi kawan, jauh merasa dekat, dekat menjadi akrab, akrab menjadi ijab😀. itu saja.

06-01-2015 galunggung,malang

Luxman dialektika

About Luxman Dialektika

seorang yang masih belajar di Universitas Islam Negri malang fakultas hukum yang aktif di pergerakan dan nyantri di Pesantren NH MALANG, saya orang lampung yang nyasar ke malang, yang terpenting hiduplah sederhana,santun,jujur, gaya terserah kalian dah,, yang terpenting jangan berhenti belajar &a punya konsep masa depan. okee :) salam dialektika

Posted on Januari 6, 2015, in Cerita, DIALEKTIKA, Motivasi and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: