Membaca, sebuah perintah tuhan

Barangkali kita sering mendengan pertanyaan “apakah anda sudah makan?” baik pertanyaan dari teman orang tua ataupun pacar anda. Mungkin itu salah satu bentuk perhatian kepada anda karena makan adalah kebutuhan primer. Jika kita tidak makan maka kita akan lemas, tidak memiliki energy, dan tidak bisa melakukan aktifitas, sehingga jatuh sakit. Dan jika semakin parah maka akan meninggal

Begitupun dengan membaca , yang termasuk kebutuhan primer bagi manusia. Perbedaannya, jika makan merupakan kebutuhan fisik sedangkan membaca adalah kebutuhan intelektual, bahkan kebutuhan ruhaniyah. Sangatlah tidak tepat menurut saya jika membaca dijadikan atau diatasnamakan sebagai sebuah hobi, seperti olahraga sepak bola, memancing, dan lainnya , karena jika kita tidak olah raga, memancing, dan lainnya kita tetap bisa hidup, berbeda halnya dengan membaca. Membaca adalah sebuah kebutuhan, seperti kita membaaca buku membaca jurnal, majalah dan koran. Jika kita tidak membaca kita tidak akan bisa hidup secara intelektual, karna hidup membutuhkan ilmu atau intelektual. Oleh karna itu, sejak pertama kali kita belajar di bangku sekolah dasar kita telah diajarkan membaca.

Ketika wahyu pertama diturunkan oleh Allah melaui malaikat Jibril, yang menandakan bahwa agama Islam akan datang pada Nabi Muhammad, bukanlah kata “berimanlah” , “berjihadlah” atau mungkin “sholatlah” tidak sama sekali. Akan tetapi kata “bacalah” yang diulangi beberapa kali tanpa ada prolog permulaan, yang langsung memerintahkan untuk membaca. Bukankah ini sebuah petunjuk yang sangat jelas bahwa membaca adalah kunci segala hal, yang membuahkan keimanan, kedamaian, kepandaian dan kemakmuran. Membaca memang bukan tujuan, tetapi sebuah sarana menuju sebuah tujuan yang sangat direkomendasikan, bahkan diperintakan

Ingatkah ketika perang badar berlangsung, ketika umat islam mendulang kemenangan dan kejayaan. Pada saai itu yang dibutuhkan adalah harta yang melimpah untuk modal perang dan tentara yang kuat untuk menggempur musuh. Namun, ketika ada tawanan perang yang ditawan oleh orang muslim, Nabi menawarkan kebebasan kepada kaum kafir Quraisy tersebut dengan sebuah syarat sebuah tebusan, bukan berupa harta maupun membantu berperang akan tetapi dengan syarat bisa mengajari 10 orang sahabat membaca dan menulis, jika sudah berhasil maka mereka dibebaskan. Sungguh sangat diluar dugaan dan nalar. Rasullullah bisa membaca masa depan bahwa kemajuan sebuah umat yaitu dengan sebuah kecerdasan, dengan membaca dan menulis dengan demikian sebuah kaum akan jaya seperti yunani, yang terkenal dengan kemahiran membaca dan menulis.

Pada masa mulai runtuhnya masa kejayaan Islam, orang Romawi selalu berkata “Janganlah takut pada orang islam, karena orang islam tidak bisa membaca”. Memang demikianlah adanya, kita sangat susah diajak untuk membaca bahkan untuk membaca al-Qur’an pun, yang sudah dijanjikan pahala dan upah atas membacanya, sangat sulit. Apalagi memabaca buku tentang ilmu sains, sepertinya sangat sulit. Maka dari itu, marilah kita mulai sedikit demi sedikit membiasakan membaca, yang mudah-mudahan bermanfaat untuk diri kita, untuk keluarga kita, untuk bangsa kita untuk umat Islam. Karena dengan membaca bisa menghasilkan intelektual yang sangat berguna untuk kehidupan dunia dan akhirat.

02-01-2015

Mergosono-malang

About Luxman Dialektika

seorang lulusan fakultas Hukum Universitas Islam Negri Malang dan meneruskan di Program Magister Ilmu Hukum Universitas Brawijaya yang aktif di pergerakan dan nyantri di Pesantren Salafiyah Syafiiyah Nurul Huda MALANG, saya orang lampung yang nyasar ke malang, yang terpenting dalam hidup ialah sederhana, santun, jujur, gaya terserah kalian saja, yang terpenting jangan berhenti belajar dan punya konsep di masa depan. okee :)

Posted on Januari 4, 2015, in DIALEKTIKA, edukasi and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: