Menikmati Proses dan Melawan takdir

MENYERAHManusia itu diciptakan berbeda dan tidak sama, walaupun sama-sama punya hidung, mata ,telingan mulut tangn kaki dan sama jumlahnya, tetapi terlihat berbeda, sekalipun orang kembar tetap saja berbeda, buktinya kita bisa membedakan mana kakak dan adiknya diantara orang kembar? begitupun dengan kempuan seseorang berbeda dan bervariasi. apa yang kita bisa belum tentu mereka bisa begipun sebaliknya

dengan kemampuan yang berbeda tuhan pun memberikan cobaan rintangan hidup yang berbeda pula supaya apa? supaya kita bisa merasakan nikamat, jika kita tidak pernah merasakan susah maka kita tdak tahu bagaimana rasanya nikmat.

dengan nikmat tuhan yang telah diberikan pada kita maka syukurilah, dan gunakan nikmat tersebut untuk memepjuangkan cita dan impian kita, terkadang kita merasa fesimis terhadap diri sendiri takut kita tidak mampu, tapi lihatlah seorang yang hanya bisa membuat sapu lidi dengn harga yng begitu murah nyatanya mereka bisa bertahan hidup?

dan kita semua bisa hidup sampai sekarang itu karana sebuah impian atau  masa depan, jika kita tidan punya impian atau masa depan, kita tidak akan ada sekarang ini, seperti kita ingin punya istri maka kita akan memperjungkannya dengan belajar, memperbaiki penampilan, mencari perhatian dan lain-lain itu semua bisa terjadi karba cita atau impian

dan jangan sampai kita  tidak bisa menikmati hidup hanya karna urusan dan disibukan dengan mencapai target, dan melukapakan sebuah proses yang mempunyai banyak arti dan rasa, sehingga melupakan nikmanya makan saudara dan kumpul bersama.

dengan semua yang terjadi pada kita bukan berrti itu sebuah takdir tuhan, karna takdir tuhan bisa dirubah! jangn menyerah kawan… perjuangkanlah apa yang kita inginkan, dan nikmatilah proses perjungan kita. 🙂

I LOVE dialektika.net

Iklan

About Luxman Dialektika

seorang lulusan fakultas Hukum Universitas Islam Negri Malang dan meneruskan di Program Magister Ilmu Hukum Universitas Brawijaya yang aktif di pergerakan dan nyantri di Pesantren Salafiyah Syafiiyah Nurul Huda MALANG, saya orang lampung yang nyasar ke malang, yang terpenting dalam hidup ialah sederhana, santun, jujur, gaya terserah kalian saja, yang terpenting jangan berhenti belajar dan punya konsep di masa depan. okee :)

Posted on November 16, 2014, in Cerita, DIALEKTIKA, edukasi and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: