Kurikulum Pendidikan serta Kesiapan SDM

pendidikan-islamsebagai bentuk kemajuan pendididan indonesia, kurikulum pendidikan harus berubah dan di perbaharui seiring berubahan lingkungan, kebutuhan dan kemajuan zaman

Perubahan kurikulum 2013 ini tidak seperti KTSP. Pada KTSP penilaian dilakukan melalui tes yaitu mengukur kompetensi pengetahuan berdasarkan hasilnya, sedangkan pada kurikulum 2013 penilaian dilakukan secara otentik yaitu mengukur semua kompetensi sikap, keterampilan dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil selama proses pembelajaran berlangsung. Sehingga lebih efektif diterapkan untuk peserta didik karena tidak hanya hasil yang dinilai tetapi juga prosesnya, selain itu dapat mendorong pemanfaatan portofolio yang dibuat siswa sebagai instrumen utama penilaian selama proses pembelajaran.

Kurikulum 2013 seharusnya tidak hanya dilakukan dengan uji publik saja melainkan harus melakukan uji coba terlebih dahulu sebelum kurikulum baru ini diimplementasikan kepada peserta didik. Uji coba tidak hanya dilakukan dengan waktu yang singkat tetapi harus dengan waktu yang lebih lama minimal 3 tahun agar hasilnya dapat dilihat dan apabila dalam uji coba ini berhasil maka kurikulum 2013 bisa diterapkan dalam pembelajaran. Sebab apabila kurikulum ini diimplementasikan dengan waktu yang singkat dan langsung dikhawatirkan tidak dapat berjalan dengan baik meskipun dilakukan secara betahap tetapi tidak ada jaminan bahwa kurikulum baru ini akan berjalan dengan lancar kedepannya.

Akibat perubahan proses pembelajaran dan penilaian maka pada kurikulum baru ini akan terjadi penambahan jam pelajaran yaitu 4 jam per minggunya pada tingkat SD, sedangkan pada tingkat SMP terjadi penambahan 6 jam per minggunya, dan pada tingkat SMA Cuma 2 jam per minggunya. Dibandingkan dengan negara-negara lain menunjukkan jam pelajaran di Indonesia relatif lebih singkat sehingga pada kurikulum 2013 ini terjadi perubahan jam pelajaran tiap minggunya. Hal ini dapat membantu peserta didik mendapatkan ilmu pengetahuan labih banyak lagi dibandingkan dengan sebelum adanya penambahan jam pelajaran.

Akan tetapi dengan adanya penambahan jam pelajaran bisa membuat beban belajar baru bagi peserta didik, dikarenakan setiap harinya mereka harus berada lebih lama di kelas untuk menerima pelajaran sehingga akan menimbulkan perasaan bosan terhadap pembelajaran di kelas sehingga membuat peserta didik semakin malas untuk membuka kembali pelajaran setelah mereka sampai di rumah.

Dalam kurikulum 2013, pemerintah seolah melihat semua guru dan siswa itu memiliki kapasitas yang sama. Sehingga guru juga tidak pernah dilibatkan langsung dalam proses pengembangan kurikulum 2013. Padahal guru adalah unsur penting dalam penyusunan kurikulum karena guru lah yang mengetahui kemampuan peserta didik. Jadi seharusnya dilakukan desain ulang dalam kurikulum 2013 ini yang dapat melibatkan peran para guru dalam penyusunan kurikulum yang baru.

About Luxman Dialektika

seorang yang masih belajar di Universitas Islam Negri malang fakultas hukum yang aktif di pergerakan dan nyantri di Pesantren NH MALANG, saya orang lampung yang nyasar ke malang, yang terpenting hiduplah sederhana,santun,jujur, gaya terserah kalian dah,, yang terpenting jangan berhenti belajar &a punya konsep masa depan. okee :) salam dialektika

Posted on September 3, 2014, in kabar terkini and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: