manfaat syahwat dan Bersetubuh

index

  1. Komentar Imam Ibnu Al-Qayyim (1292-1350 M./691-751 H.) tentang faedah bersetubuh:

Dalam kitab, “Raudlat-u ‘l-Muhibbain” (Surga Dua Pasangan Kekasih), beliau berkomentar:

Nabi Saw. menegaskan agar mempergunakan obat ini (bersenggama atau bersetubuh) dan bahkan menganjurkannya. Terdapat pahala di dalamnya, dan menjadikan sedekah bagi para pelakunya. Inilah kenikmatan sempurna, dan kebajikan paripurna bagi seorang isteri karena dijamin mendapatkan ganjaran, pahala sedekah, membahagiakan batin, menghilangkan pikiran-pikiran sumpek, menentramkan hati, meredakan emosi, memperoleh ketenangan jasmaniah, meredakan kegundahan, menyehatkan, dan mencegah zat-zat makanan dalam tubuh yang merusak. Janganlah engkau kurangi kenikmatan ini sehingga seluruh anggota tubuh bisa menikmati kelezatan itu. Kelezatan pandangan saat memandangi pasangannya, kelembutan pendengaran dengan kata-kata mesra, penciuman hidung dengan aroma wangi, mulut dengan menciumnya, dan tangan dengan menyentuhnya. Apabila salah satu dari itu semua hilang, maka jiwa sama sekali tidak akan mendapatkan ketenangan sedikitpun. Selamanya hati tidak akan tentram. Demikianlah kenapa seorang isteri dikatakan sebagai penyejuk jiwa. Allah Swt. berfirman:

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya.[1]

  1. Komentar Imam Abu Hamid Al-Ghazali (1058-1111M./450-505 H.):

Dalam komentarnya seputar kewajiban memperbanyak dan melestarikan keturunan (hifzh-u ‘l-nasl) dan menjauhkan diri dari perbuatan haram yang termasuk faedah nikah, beliau berkata:

Menurut hemat saya, dalam pemuasan nafsu syahwat itu terdapat hikmah lain. Terlebih berkaitan dengan soal kelezatan yang notabene tidak tertandingi kelezatan lain yang pernah ada. Ia merupakan cermin kenikmatan yang dijanjikan Tuhan di surga. Anjuran untuk menikmati kelezatan ini bukanlah sebuah pengalaman tanpa makna. Seandainya bersetubuh diperintahkan pada orang impoten (yang lemah secara seksual) untuk merasakan kenikmatan bersetubuh ini atau menganjurkan seorang anak kecil dalam menikmati nikmatnya kekuasaan, maka anjuran itu sedikitpun tidak memiliki makna. Salah satu faedah kelezatan dunia itu di antaranya untuk merangsang kita agar melanggengkannya (nikmat yang sama, Penj.) kelak di surga…

  1. Meningkatkan Kedewasaan dan Sensitifitas Emosional bagi Pasangan Suami-Isteri.

Saat menerjemahkan buku “Tuhfat-u ‘l-‘Arûs” (Persembahan buat Pasangan Pengantin) yang merupakan terjemahan dari bahasa asing, Profesor Mahmud Al-Istanbuli berkomentar (terjemahannya):

Hubungan seksual yang harmonis mampu meningkatkan sensitifitas dan kepekaan emosional bagi pasangan suami isteri. Saling memperhatikan dan saling menyayangi satu sama lain secara fisiologis, melupakan kesusahan hidup sekalipun hanya untuk sementara waktu, serta memberikan ketenangan, ketentraman, dan kebahagiaan. Mampu memelihara kecantikan kedua pasangan itu dalam batas waktu yang sangat memungkinkan, terutama yang berhubungan dengan aktivitas seksual yang merupakan pelengkap dan ekspresi puncak rasa cinta. Semua itu akan menjadikan kita selalu terjaga dari rasa frustasi dalam memenuhi hasrat biologis ini. Sebab, keharmonisan (al-insijâm) dan saling pengertian (al-tawâfuq) merupakan impian setiap wanita yang paling mendasar. Karenanya, hendaklah kalian mencurahkan segala daya dan upaya untuk mencapai keduanya dengan cara bekerja sama dan saling terbuka satu sama lain.

Kemudian, Syekh Saleh Abu Bakar Al-Warraq berkomentar:

Setiap nafsu syahwat itu dapat mengeraskan hati, kecuali syahwat seksual yang justru akan menjernihkannya. Karena itulah para nabi melakukannya. Dalam sebuah hadits dinyatakan, ‘Cintailah kenikmatan dunia yang baik dari seorang isteri. Jadikanlah ia sebagai penyejuk hati saat melakukan salat.”Ì


[1]     QS. Al-Rûm, [30]: 21.

About Luxman Dialektika

seorang yang masih belajar di Universitas Islam Negri malang fakultas hukum yang aktif di pergerakan dan nyantri di Pesantren NH MALANG, saya orang lampung yang nyasar ke malang, yang terpenting hiduplah sederhana,santun,jujur, gaya terserah kalian dah,, yang terpenting jangan berhenti belajar &a punya konsep masa depan. okee :) salam dialektika

Posted on Maret 12, 2014, in SUAMI ISTRI and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: