Islam Tidak Menganggap Jijik Masalah Seks

images

Sebagian orang memiliki prasangka keliru, bahwa ajaran Islam konon menganggap jijik soal hubungan seksual ini. Bahkan digolongkan sebagai perbuatan syetan (baca: dianggap najis). Yang benar, Islam adalah agama fitrah, sebagaimana termaktub dalam Firman-Nya:

…(tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah.”[1]

Islam adalah agama yang seimbang (wasath). Tidak berlebih-lebihan (ghuluw), tidak juga terlalu menyepelekan atau acuh tak acuh (tafrîth). Umat Islam merupakan umat pertengahan sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’ân.[2] Bagaimana mungkin sebuah ajaran yang sesuai fitrah menganggap kotor sesuatu yang sebenarnya merupakan bagian dari fitrah seorang manusia?

Hubungan biologis termasuk insting alamiah seorang manusia. Bahkan merupakan suatu keharusan dan kewajiban bersama terutama untuk memelihara keturunan (hifzh-u ‘l-nasl). Bagaimana bisa Islam menganggap kotor hal ini sementara Rasulullah Saw. sendiri menganggapnya sebagai ibadah?

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah bersabda:

Dalam tubuh kalian itu terdapat sedekah.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, jika salah seorang di antara kami menyalurkan nafsu syahwatnya bagaimana mungkin perilaku tersebut sampai bisa mendatangkan pahala?” Rasulullah menjawab, “Bukankah jika kalian melakukannya dalam perkara yang diharamkan akan berakibat dosa? Demikian pula jika kalian melakukannya dalam perkara yang halal, ia berhak mendapatkan pahala.[3]

Rasulullah menegaskan, seorang suami yang bersetubuh dengan isterinya, akan mendapatkan pahala dan ganjaran. Hubungan tersebut bukan saja merupakan perkara yang mubâh atau boleh saja. Lebih dari itu, termasuk ibadah dan sedekah.

Dengan demikian, Islam memandang hubungan seksual yang halal antara seorang suami dengan isterinya itu termasuk perkara yang justru dianjurkan dan terpuji. Perilaku tersebut tidaklah kotor terlebih digolongkan sebagai salah satu perbuatan syetan. Saat hendak bersetubuh, kita justru dianjurkan membaca basmalah dan berlindung dari syetan yang terkutuk (ta’awwudz). Dalam sebuah hadits dijelaskan:

Jika salah seorang di antara kalian menyetubuhi isterinya, hendaklah ia berdo’a:

Allâhumma jannibnâ ‘l-syaithânâ wa jannib-i ‘l-syaithânâ mâ razaqtanâ’ (Ya Allah, jauhkanlah godaan syetan dari kami dan jauhkanlah syetan dari apa-apa yang kelak engkau berikan kepada kami).

Seandainya mereka kemudian mempunyai anak, maka ia akan dijauhkan dari godaan syetan.[4]

Islam justru mengajarkan, mendidik, dan mengarahkan insting biologis ini secara halal dan luhur. Sama sekali tidak menganggap jijik ataupun menyepelekan hal itu. Bagaimana bisa Islam menyepelekan hubungan seksual ini sementara Rasulullah Saw. sendiri pernah bersabda:

Yang paling aku cintai dari duniamu adalah wewangian dan wanita. Hatiku merasa sejuk saat melakukan salat.

Adalah fitrah seorang laki-laki mencintai seorang perempuan. Tidak ada seorang lelaki pun yang membenci lawan jenisnya atau membenci berhubungan dengan isterinya hanya dikarenakan rasa jijik ini.

Tetapi, yang dikecam Islam adalah perzinahan, pergaulan bebas, free seks, pemerkosaan, menggoda lawan jenis, dan segala bentuk kebebasan seksual lainnya. Tradisi itu tiada lain datang dari orang-orang Barat yang bisa mengancam dekadensi moralitas masyarakat kita. Orang-orang murtad yang kehilangan nalarnya bahkan selalu mencari-cari alasan dan pembenaran dalam mengkampanyekan hal ini di negeri kami. Diantaranya ada seorang laki-laki Yahudi pakar psikologi yang melacur dan kemudian meninggal akibat terserang penyakit yang cukup mengerikan –mungkin ia terserang penyakit Aids. Ia pernah mengatakan:

“Seorang manusia tidak diakui keberadaannya tanpa melakukan hubungan seksual dengan penuh kebebasan. Setiap ikatan norma-norma agama, moralitas, adat dan tradisi, itu semua tiada lain ikatan yang mengungkung dan bisa mematikan energi kemanusiaan. Itu semua tiada lain kungkungan yang mengada-ada!”

Dia mengajak setiap orang untuk saling berhubungan seksual dengan lawan jenisnya dengan penuh sukarela dan secara bebas. Tanpa terikat oleh norma-norma agama, moralitas, maupun adat-istiadat. Inilah yang sebenarnya terjadi dalam masyarakat Barat yang mengacuhkan ajaran agama dan nilai-nilai moralitas. Mereka membebaskan tradisi buruk ini bahkan cenderung memberikan perlindungannya secara hukum. Dalam pandangan mereka, kebebasan seseorang tidak ada kaitan sama sekali dengan nilai-nilai moralitas.

Padahal, jika saja setiap orang bebas melakukan hubungan seksual, tentu saja akan mengakibatkan malapetaka besar datang. Secara umum, seorang manusia itu membutuhkan aturan agar ia tidak terjerumus pada akibat-akibat buruk dari mengumbar nafsu syahwatnya itu. Inilah jihad nafsu yang bisa mengangkat seorang manusia menuju kemuliaannya.

Allah Swt. berfirman:

Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridlaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.”[5]

Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaan, sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.[6]Ì


[1]     QS. Al-Rûm, [30]: 30.

[2]     QS. Al-Baqarah, [2]: 143.

[3]     HR. Muslim.

[4]     HR. Bukhârî-Muslim.

[5]     QS. Al-‘Ankabût, [29]: 69.

[6]     QS. Al-Syams, [91]: 7-10.

About Luxman Dialektika

seorang lulusan fakultas Hukum Universitas Islam Negri Malang dan meneruskan di Program Magister Ilmu Hukum Universitas Brawijaya yang aktif di pergerakan dan nyantri di Pesantren Salafiyah Syafiiyah Nurul Huda MALANG, saya orang lampung yang nyasar ke malang, yang terpenting dalam hidup ialah sederhana, santun, jujur, gaya terserah kalian saja, yang terpenting jangan berhenti belajar dan punya konsep di masa depan. okee :)

Posted on Maret 10, 2014, in SUAMI ISTRI and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: