Hukum Nonton Film Cabul

Virus-Di-Dalam-Video-Porno_detail

Sebagian orang mengira, nonton film cabul atau film porno yang merangsang bersama isterinya itu hukumnya halal. Ini benar-benar pendapat keliru! Meski seseorang tengah bersama isterinya yang sah, itu bukan berarti menghalalkan juga untuk melihat aurat orang lain yang jelas-jelas terlarang. Menurut hemat penulis, perbuatan itu termasuk perbuatan nista. Sebab, hal tersebut melanggar apa-apa yang telah diharamkan Allah, merusak sendi-sendi nilai akhlak bagi suami-isteri, bahkan bagi semua komunitas masyarakat tanpa terkecuali.

Ajaran Islam mengharamkan seorang lelaki melihat wajah seorang perempuan yang bukan muhrimnya dengan pandangan yang penuh syahwat birahi. Maka, apalagi dengan melihat aurat orang lain, bagaimana hukumnya bisa menjadi boleh?

Ketahuilah, orang yang berbuat demikian berarti telah berbuat maksiat dan dosa. Hendaknya ia segera bertaubat dengan sungguh-sungguh (nashûhâ). Ketahuilah, perbuatan tersebut justru mengancam dinginnya kemampuan birahi seksual antara pasangan suami-isteri. Terlebih demi kebutuhan untuk membangkitkan birahi saja. Bahaya nonton film porno jelas dapat merusak mentalitas kepribadian seseorang serta bisa meruntuhkan nilai-nilai moral sebuah masyarakat. Betapa nilai-nilai moralitas masyarakat mengalami degradasi manakala kita melihat realitas masyarakat di belahan Eropa dan Amerika yang diakibatkan kebebasan hidup yang bebas nilai.

Hubungan seksual itu ada batasannya. Hidup bukanlah untuk memenuhi kebutuhan seks semata. Hubungan biologis yang dilakukan oleh pasangan suami-isteri tiada lain didasarkan pada nilai-nilai cinta (mawaddah) dan kasih sayang (rahmah), penuh kelembutan, serta keharusan menjalin kasih sesuai dengan etika dan berdasarkan aturan yang telah digariskan dalam ajaran Islam. Saling berwasiat dalam ketaatan kepada Allah dan saling bahu-membahu terutama dalam mendidik anak-anaknya kelak dengan menanamkan pendidikan nilai-nilai moral sejak dini.

Seorang Muslim harus memiliki tujuan hidup yang jelas. Namun, imbas budaya Barat selama ini memang terus merasuki kehidupan yang jauh dari nilai-nilai ketuhanan, moralitas, dan jauh dari kehidupan akhirat (esketik). Yang menjadi tujuan hidup mereka tiada lain demi memenuhi kenikmatan belaka (hedonisme). Tidak peduli halal dan haram, tanpa selanjutnya mau menggubris jika perbuatan nista tersebut justru akan merusak sendi-sendi mentalitas dalam dirinya dan menghancur-luluhkan seluruh hidup dan kehidupannya.Ì

About Luxman Dialektika

seorang yang masih belajar di Universitas Islam Negri malang fakultas hukum yang aktif di pergerakan dan nyantri di Pesantren NH MALANG, saya orang lampung yang nyasar ke malang, yang terpenting hiduplah sederhana,santun,jujur, gaya terserah kalian dah,, yang terpenting jangan berhenti belajar &a punya konsep masa depan. okee :) salam dialektika

Posted on Maret 9, 2014, in Cerita, kesehatan and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: