macam aliran Filsafat pengetahuan

Aliran-Aliran-dalam-Filsafat-Pendidikan

dialektika.net

Prof Dr. Notonegoro, yang dikenal sebagai ilmuwan filsafat Indonesia dan ahli fikir filsafat Pancasila, mengatakan bahwa studi filsafat dimaksudkan untuk “pendidikan mental”. Pendidikan mental yang dimaksudkan adalah cara atau bentuk mentalitas filsafat yang memuat tujuan khusus dan umum.

Adapun tujuan umumnya adalah menjadikan manusia yang susila. Pengertian susila di sini terdapat dalam ruang lingkup tertentu sesuai dengan tempat dan aturan yang ada. Orang yang bersusila dipandang sebagai ahli filsafat, ahli hidup, dan sekaligus sebagai orang yang bijaksana. Sedangkan tujuan khususnya adalah menjadikan manusia yang berilmu dan dalam hal ini ahli filsafat dipandang sebagai orang yang pandai dalam ilmu pengetahuan (ilmuwan), yang selalu mencari kenyataan kebenaran dari semua problem pokok keilmuwan.[1]

Mengenai pengertian ilmu dan filsafat, pada zaman dahulu memang memilik pengertian yang tumpang tindih. Hal ini berlangsung cukup lama dalam sejarah perkembangan pemikiran dan pengetahuan manusia. Oleh karena itu penting kiranya mengetahui hubungan antara keduanya.

Pada awalnya, filsafat mencakup lapangan pembahasan ilmu, karena filsafat dipahami sebagai setiap usaha yang dilakukan oleh akal untuk sampai pada pengetahuan. Kita bisa mencermati kajian-kajian Aristoteles untuk membuktikan bahwa filsafat dalam pandangannya adalah pengetahuan manusia dalam arti yang paling luas.[2]

Akan tetapi, perkembangan pengetahuan manusia membuat sebagian lapangan ilmu pengetahuan menjadi spesifik dan independent. Hal tersebut diikuti dengan kencendurangan para pemikir untuk memilih lebih dari satu lapangan ilmu pengetahuan.

Mengenai hubungan ilmu pengetahuan dengan filsafat, dikatakan bahwa ilmu membekali filsafat dengan bahan-bahan yang deskriptif dan faktual yang sangat penting dalam membangun filsafat. Tiap filosof dalam suatu periode lebih condong untuk merefleksikan pandangan ilmiah pada periode tersebut, sementara ilmu pengetahuan melakukan pengecekan terhadap filsafat dengan menghilangkan ide-ide yang tidak sesuai dengan pengetahuan ilmiah.[3]

Adanya hubungan ilmu pengetahuan dengan filsafat terlihat pada konstribusi para pemikir dan aliran berupa pandangannya terhadap ilmu pengetahuan yang tertuang di dalam beberapa teori. Secara historis sumbangsih aliran filsafat tentang ilmu pengetahuan berjalan dari generasi ke generasi yang terbagi dalam beberapa periode, yang pada kesempatan ini kami akan membahas pandangan teori aliran filsafat periode abad 19-20 tentang Ilmu Pengetahuan.


[1] Asmoro Ahmadi, Filsafat Umum, (cet.ke-6; PT. Rajagrafindo: Jakarta, 2005). H.VII.

[2] Fuad Farid Isma’il dan Abdul Haamid Mutawalli, Cepat Menguasai Ilmu Filsafat, (cet.ke-2; Yogyakarta: IRCiSoD, 2005), h.35.

[3] Juhaya S Praja, Aliran-aliran Filsafat dan Etika, (cet.ke-2; Kencana: Jakarta,2005), h.13.

About Luxman Dialektika

seorang lulusan fakultas Hukum Universitas Islam Negri Malang dan meneruskan di Program Magister Ilmu Hukum Universitas Brawijaya yang aktif di pergerakan dan nyantri di Pesantren Salafiyah Syafiiyah Nurul Huda MALANG, saya orang lampung yang nyasar ke malang, yang terpenting dalam hidup ialah sederhana, santun, jujur, gaya terserah kalian saja, yang terpenting jangan berhenti belajar dan punya konsep di masa depan. okee :)

Posted on Maret 1, 2014, in edukasi and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: