Pandangan Ulama Dalam Penggunaan Shighat Al-Amr

Dalam hal ini para ulama’ berbeda pendapat, perbedaan ini dapat dilihat dari beberapa segi;

  1. Al-Amr sesudah larangan.

Ada tiga hal yang berbeda dari pandangan ulama’ ushul tantang al-Amr: Pertama, jika ada perintah setelah larangan, maka ia menjadi ibahah. Pandangan ini dikemukakan oleh Zaky al-Din Sya’ban, Imam Syafi’i dan sebagian ulama ushul. Kedua, alAmr tetap menunjukan wajib, meskipun ada sesuadah  larangan. Pandangan ini dikemukakan oleh kalangan pengikut Imam Abu Hanifah, dan sebaian pengikut Syafi’i. Ketiga, alAmr sesudah larangan harus kembali pada substansi perintah itu sendiri, yaitu kembali pada hukum asalnya. Pandangan seperti ini dikemukakan oleh al-Kamal Ibn al-Humam, salah seorang pengikut mazhab Hanafi.

Dari ketiga pandangan yang berbeda tersebut dapat difahami bahwa: Adanya al-Amr setelah larangan berarti tidak mewajibkan tapi ibahah. Adanya al-Amr setelah larangan tetap mewajibkan, ini berarti al-Amr tidak bisa dijadikan Qorinah karena kedudukan yang berada setelah larangan. Adanya al-Amr sesudah larangan memungkinka terjadinya perubahan makna yaitu wajib, ibahah, nadab, dan selain dari ketiga jenis tersebut. Padangan yang ketiga ini dirasa lebih sesuai karna mengartikan al-Amr dengan ketentuan tadi, sebagai makna yang multi.

  1. Al-Amr dan waktu pelaksanaannya.

Dalam hal ini para ulama’ berbeda pendapat; ada yang menyatakan bahwa alAmr tidak menuntut segera dilaksanakan, seperti para penganut hanafi dan syafi’I berpendap juga berpendapat sama. Sedangkan sebagian lagi berpendapat bahwa; alAmr itu menuntut segera untuk dipenuhi, pendapat ini dikemukakan oleh ulama mazhab maliki dan sebagian mazhab hambali, sebagian dari mazhab hanafi, dan syafi’i. kelompok ini berpendapat bahwa al-Amr itu berimbang dengan an-nahy.

Cara pandang kedua kelompok ini berakar pada cara pemahaman mereka tentang shighat alAmr bersrta kandungannya. Kelompok pertama tidak melihat adanya kesegeraan dalam penjalanan alAmr, kecuali tuntutan untuk segera dilaksanakan yang difahami dengan lafal Qorinah yang ada di luar alAmr. Sementara kelompok kedua bepandangan bahwa alAmr itu mengandung tuntunan agar segera untuk dilaksanakan, ini menyangkut pelaksanaan untuk segera terwujud, apa lagi bila ada Qorinah, walaupun terdapat di luar lafal alAmr.

Dari keduanya ada titik temu yaitu; tuntutan alAmr mengandung adanya haurs dilaksanakan, dan tidak ada alasan untuk lepas darinya. Dalam hal masalah waktu pelaksanaan, menjadi keterkaitan dengan keadaan Qorinah.

  1. Al-Mar dan pengulangan tuntunan

Dalam hal ini ulama’ ushul juga berbeda pendapat, meraka mempermasalahkan  petunjuk dan tuntunan pengulangannya. Terdapat dua keloampok yang berbeda pendapat dari kalangan ulama’. Keelompok pertama, benpendapat bahwa tuntunan alAmr tidak perlu ada pengulangan, karna tidak adanya kandungan periantah pakah untuk harus mengulang atau tidak. Kalaupun terjadi pengulangan harus adanya Qorinah yang berkaitan dengan syarat atau sifat yang menjadi ‘illat untuk terjadi pengulangan. Kelompok kedua berpendapat, bahwa; alAmr menghendaki pengulangan, dan pengqiyasan alAmr kepada an-nahy yang menuntut untuk meninggalkan larangan untuk selamanya.

Perbedaan ini terjadi karena adanya Qorinah yang menghubungkan obyek dan perintah, yang kemudian menghendaki pengulangan terhadap alAmr. Namun bila dicermati lebih dalam pendapat pertama lebih tepat, karena pada dasarnya al-Amr memang tidak menghendaki pengulangan, akan tetapi Qorinah menjadi alasan adanya pengulangan

 

 

About Luxman Dialektika

seorang yang masih belajar di Universitas Islam Negri malang fakultas hukum yang aktif di pergerakan dan nyantri di Pesantren NH MALANG, saya orang lampung yang nyasar ke malang, yang terpenting hiduplah sederhana,santun,jujur, gaya terserah kalian dah,, yang terpenting jangan berhenti belajar &a punya konsep masa depan. okee :) salam dialektika

Posted on Februari 19, 2014, in edukasi and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: