TKI ku Sayang, TKI ku malang

images (1)

 

“Pahlawan devisa”  itulah julukannya, “menyedihkan” itulah nasibnya “TKW” adalah orangnya, siapa yang bertanggung jawab dengan nasib TKW sekarang ini?, yang meninggalkan suami dan anak tercintanya hanya untuk mengais rizki di negeri orang yang tak didikenal, lebih ironis lagi ketika berangkat membawa sejuta harapan dan impian dan pulang  penuh dengan luka dan bahkan  berita bereka akan dihukum mati dan bahkan  yang pulang hanyalah namanya saja.

itulah tragedi tragis yang terjadi dinegri ini, yang lebih parah  lagi hal tersebut sudah terjadi bertahun-tahun lalu sampai sekarang belum ada perubahan dan baahkan kisah malang itu masih menjadi penghias media sampai saat ini.

Hal ini menjadi potret kegagalan pemerintah dalah segala aspek , yang pertama dalam hal ekonomi, masyarakat sudah tak percaya lagi dengan negerinya bahwa negaranya tidak bisa memberikan kemakmuran padanya sehingga ia lebih percaya negri orang, yang mungkin  bisa membuatnya makmur walaupun tak sedikit para tkw pendahulunya yang  menuai kegagalan bahkan kematian.

Yang kedua perihal HAM, yang katanya pemimpin mereka yang ada di parlemen,  bangsa Indonesia adalah bangsa yang terlindungi oleh HAM di manapun dan siapapun di berhak mendapatkan perlakuan baik antar sesama, tetapi kenyatannya tidak sedikit  masyarakat mendapatkan penyiksaan dan kematian dinegeri orang, lantas dimana peran dan fungsi mentri  luar negri?

Yang ketiga masalah hukum, yang selau diperdebatkan oleh petinggi Negara, negarawan dan ahli hokum, mengenai hokum yang tepat untuk Indonesia, yang menghabiskan banyak hal. yang masyarakat butuhkan adalah bukan hokum yang di perdebatkan mereka, ataupun  amandemen  yang tak jelas kemajuannya sampai sekarang dan  perihal lainnya , tapi mana peranan hokum yang sesungguhnya?  masyarakat tidak merasa terlindungi oleh hokum dan  Masyarakat tidak merasa aman di dalam negri , apalagi di luar negri?  Yang jauh dari jangkaun hokum negrinya.

Dan masih banyak hal lain yang menunjukan kinerga pemimpin  negeri kita belum maksimal dan  belum ada hasil yang memuaskan.

About Luxman Dialektika

seorang yang masih belajar di Universitas Islam Negri malang fakultas hukum yang aktif di pergerakan dan nyantri di Pesantren NH MALANG, saya orang lampung yang nyasar ke malang, yang terpenting hiduplah sederhana,santun,jujur, gaya terserah kalian dah,, yang terpenting jangan berhenti belajar &a punya konsep masa depan. okee :) salam dialektika

Posted on Februari 12, 2014, in edukasi and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: