Bencana Rutinitas Bangsa

Siapa yang patuImaget kita salahkan atas musibah bangsa  ini,  mungkin bukan saatnya kita saling menyalahkan satu sama lain, dan sangatlah tidak etis apabila kita sedang mengalami bencana bukannya  menyelamatkan diri atau melolong korban bencana, tetapi sibuk mencari kesalahan orang lain, mungkin seperti elit politik kita yang taidak tau bangsa kita ini akan dibuat seperti apa dan mau dibawa kemana.

Saat ini yang perlu kita lakukan adalah berbenah diri, kenapa setiap tahun bencana banjir selalu terjadi di  berbagai daerah di Indonesia, khususnya kota-kota besar seperti Jakarta, manado dan pekalongan yang mengalami musibah banjir yang sanagat parah.  Harusnya kita sadar diri dan tidak meluluu menyalahkan pemerintah yang gagal  mengatasi musibah banjir, setidaknya marilah kita  kita saling bersadar diri  baik masyarakat, pejabat, maupun  para elit yang mempunyai bisnis property,  dan segala aspek pembangunan di pusat jantung kota haruslah mendapatkan pengawasan yang ketat dan tegas oleh pemerintah sehingga  pembangunan tetap berlangsung tapi memprrhatikan lingkungan.  Yang terjadi selama ini di kota-kota besar di Indonesia, perumahan elit maupun menengah terus berkembang dan membunuh  pohon-pohon yang ada di kota yang menjadi jantung keselamatan kota. Dan harusnya memperhatikan infrastruktur pembangunan kota. Ini pekerjaan ppemerintah yang harus bertindak tegas dan kita sebagai pelaku yang harus mengindahkan lingkungan  disekitar kita supaya anak cucu kita tidak menjadi korban perbuatan kita.

Siapa yang patut kita salahkan atas musibah bangsa  ini,  mungkin bukan saatnya kita saling menyalahkan satu sama lain, dan sangatlah tidak etis apabila kita sedang mengalami bencana bukannya  menyelamatkan diri atau melolong korban bencana, tetapi sibuk mencari kesalahan orang lain, mungkin seperti elit politik kita yang taidak tau bangsa kita ini akan dibuat seperti apa dan mau dibawa kemana.

Saat ini yang perlu kita lakukan adalah berbenah diri, kenapa setiap tahun bencana banjir selalu terjadi di  berbagai daerah di Indonesia, khususnya kota-kota besar seperti Jakarta, manado dan pekalongan yang mengalami musibah banjir yang sanagat parah.  Harusnya kita sadar diri dan tidak meluluu menyalahkan pemerintah yang gagal  mengatasi musibah banjir, setidaknya marilah kita  kita saling bersadar diri  baik masyarakat, pejabat, maupun  para elit yang mempunyai bisnis property,  dan segala aspek pembangunan di pusat jantung kota haruslah mendapatkan pengawasan yang ketat dan tegas oleh pemerintah sehingga  pembangunan tetap berlangsung tapi memprrhatikan lingkungan.  Yang terjadi selama ini di kota-kota besar di Indonesia, perumahan elit maupun menengah terus berkembang dan membunuh  pohon-pohon yang ada di kota yang menjadi jantung keselamatan kota. Dan harusnya memperhatikan infrastruktur pembangunan kota. Ini pekerjaan ppemerintah yang harus bertindak tegas dan kita sebagai pelaku yang harus mengindahkan lingkungan  disekitar kita supaya anak cucu kita tidak menjadi korban perbuatan kita.

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
AR-SA

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

About Luxman Dialektika

seorang yang masih belajar di Universitas Islam Negri malang fakultas hukum yang aktif di pergerakan dan nyantri di Pesantren NH MALANG, saya orang lampung yang nyasar ke malang, yang terpenting hiduplah sederhana,santun,jujur, gaya terserah kalian dah,, yang terpenting jangan berhenti belajar &a punya konsep masa depan. okee :) salam dialektika

Posted on Januari 19, 2014, in edukasi and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: