PROPAGANDA SEBAGAI BENRUK KOMUNIKASI POLITIK

PROPAGANDA SEBAGAI BENRUK KOMUNIKASI POLITIK

A.PENGERTIA

            Propaganda merupakan kegiatan komunikasi yang tergolong tua, dan cukup terkenal penggunaanya di lapangan politik. Pengewrtian propaganda berkembang jauh sejak awal kali kata tersebut di gunakan oleh Paus Urban VIII (gereja Roma)

            Propaganda berasal dari bahasa Latin; propagare yang berarti cara tukang kebun menyemai tunas tanaman ke dalam tanah/lahan untuk memproduksi tanaman baru yang kelak tumbuh sendiri, Istilah propaganda ini kemudian diadopsi secara sosiologis oleh Gereja Roma Katolik dalam arti penyebaran ide-ide atau dokterin-doktrin agama kristen kepada masyarakat secara aterencana.

Menurut kamus Oxford, propaganda adlah suatu perhimpunan atau program  untuk menyebarkan suatu doktrin. Pdad perkembangan selanjutnya pengertian propaganda menjadi sesuatu yang bersifat pembohongan dan manipulasi.Perubahan ini ditelusuri, sejak digunakanya propaganda secara resmi sebagai suatu teknik perang dalam dunia 1 ketika pembohongan, dalih politik dan kish kekejaman digunakan dalam upaya untuk mencapai tujuan perang.

Beberapa definisi propaganda;

  1. 1.      Leonadr Doob; 

usaha untuk mempengaruhi dan mengendalikan kepribadian dan perilaku orang lain ke arah tujuan –tujuan yang tidak ilmiah dan masih diragukan kebenarannyadalam masy6arakat dalam waktu tertentu.

  1. 2.      Ferdinand Tonnies;

 suatu kegiatan untuk  menggerakan pendapat umum secara besar-besaran yang bertujuan menyebarkan suiatu ide tanpa memperdulikan kecocokan atau kebenarannya.

  1. 3.      Prof Mar’at;  

Suatu teknik, suatu cara atau suatu usaha yang sistematis serta sungguh dipikirkan secara mendalam dimana teknik,cara atau usaha ini dilakukan baik oleh seseorang  maupun oleh kelompokuntuk mempengaruhi pendapat atau sikap orang lain atau kelompok lain.

Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan propaganda dilakukan secara persuasif bukan dengan koersif.

Karakteristik propaganda;

 

  1. Mengabaikan nilai-nilai okbektifitas (dianggap kegiatan yang tidak berlandaskan kebenaran).
  2. Mengandung niali-nilai subyektifitas (ekpresi subektif dalam persaingan atau konflik ,
  3. Konsep prioritas propaganda bersifat indoktrinatif karena yang dibutuhkan dalam suatu ideologi politik adalah dukungan massa yang sebesar-besarnya dan mengabaikan kalitas pengikutnya.
  4. Membuthkan dukungan secara kualitas.

 

B. JENIS-JENIS PROPAGANDA               

            Leonardo Dood membagi propaganda menjadi 2 (dua) jenis;

  1. Propaganda tersembunyi/tertutup; propaganda, dimana komunikatornya membungkus tujuannya sedemikian rupa.

Contohnya, ketika seorang presiden mengadakan konfrensi pers lalu menngarahkan pertanyaan yang diajukan kepadanya ke arah yang menguntungkan.

  1. Propaganda terbuka; propaganda dimana komunikatornya mengungkapkan tujuannya secara terang-terangan.

Ellul membagi propaganda menjadi 3;

  1. Propaganda politik vs propganda sosiologis
  2. Propaganda agitasi vs propganda integrasi
  3. Propaganda vertikal vs propganda horizontal

Proganda politik meliputi suatu usaha pemerintah, partai politik, kelompok kepentingan, atau kelompok penekan untuk mencapai tujuan strategis atau tujuan taktis. Sementara propaganda sosiologis lebih bersifat tidak tampak dan bersifat jangka panjangMelalui propaganfa sosiologis in masyarakat “diinfus” dengan cara hidup (misalnya cara hidup masyarakat)ideologis, yang secara bertahapmenerobos institusi ekonomi, sosial dan politik.

Prpaganda agitasi berusaha agar masyarakat memberikan pengorbanan yang subtansial demi trcapainya tujuan anggota yang bersifat segera.Melalui agitasi ini, para pemimpin memelihara antusiame yang loyal demi mencapai kemennangan yang spesifik.

Propaganda integgrasi di pihak lain memperkuat kompromitas dalam rangka mengejar tujuan  panjang. Melalui propaganfa itu masyarakat membaktikan diri mereka untuk tujuan yang mungkin tidak terealisir selama bertahun-tahun, bahkan mungkin tidak akan tercapai

Propaganda vertikal; propaganda yang dsilakiukan oleh satu pihak kepada orang banyaak terutama dengan mengandalkan pada media massa untuk menyebarkan himbauan-himbuanna. Proganda horisontal dilaksanakan kurang dalam arti dari seorang pemimpin kepada kelompol daripada diantara sesama warga kelompok.

C. TEKNIK-TEKNIK PROPAGANDA

  1. 1.      Mane calling; suatu cara dengan jalan memberikan nama-nama ejekan kepada ide, kepercayaan,jabatan, keompok bangsarat ras dll agar khalayak menolak aatu mencerc. anya tanpa mengkaji kebearannya. Contoh; plinplan, binatang ekonomi, beruang merah, lintah darat, penjilat, penghasut dll.
  2. 2.      Glittering Generality (penggunakankata-kata muluk); senagai kebalikan nama dari name calling. Teknik Glittering Generality menggunakan kkata-kata muluk dengan tujuan khalayak menerima na menyetujui tanpa upaya memeriklsa kebenarannya. Contoh; kata keadilan dan kesejahteraan, one for all,all for one, Asia untuk bangsa Asia, pahlawan devisa, pahlawan pembangunan, pulau dewata dll.
  3. 3.      Transfer; teknik ini dengan cara propaganda dengan menggunakan autoritas atau prestise yang mengandung nilai-nilai kehormatan yang dialihkan kepada sesuatu dengan tujusn agar khalayak menerimanya. Contoh; salib dipakai sebai leontin,ka’bah dipakai gambar suatu parpol, dll.
  4. 4.      Sungguh-sungguh berbohong; untuk mencapai tujum propagandanya, suatu pihak tidak segan-segan menciptakan suatu fakta yang benar-benar suatu kebohongan, hanya untuk mendukung apa yang hendak dikemukakannya.
  5. 5.      Pengulangan; propagandis yakni bahwa bila suatu pernytaan cukup sering diulang2, maka ada waktunya nanti akan diterima oleh orang banyak.

Variasi dari teknik ini adlah penggunaan  slogan dan kata2 kunci.

  1. 6.      Assertion; propagandis jarang membantah suatu hal, tetapi menciptakan suatu pertanyaan yang menyajikan tegas atau ppenonjolan (assertion) yang kuat yang mendukung pendapatnya. Hal ini bisa dilihat dari cara2 propaganda menyajikan hanya satu sisi dari gambaran keadaan atau suatu pembatasan yang disengaja aterhadp pemikiran bebas.
  2. 7.      The Appeal to Authority; pengaitan sesuatu dengan pihak yang berkompeten di bidang tsb, misalny yang mnyangkut kesehatan, dikaitkan dengan ucapan dokter, kalau menyangkut agama dikaitkan dengan toKoh Agama  tertentu.

About Luxman Dialektika

seorang yang masih belajar di Universitas Islam Negri malang fakultas hukum yang aktif di pergerakan dan nyantri di Pesantren NH MALANG, saya orang lampung yang nyasar ke malang, yang terpenting hiduplah sederhana,santun,jujur, gaya terserah kalian dah,, yang terpenting jangan berhenti belajar &a punya konsep masa depan. okee :) salam dialektika

Posted on September 6, 2013, in edukasi. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: