Monthly Archives: September 2013

BBM Go android

Salah satu aplikasi yang paling ditunggu pada tahun 2013, BlackBerry Messenger (BBM) lintas platform, sudah tersedia tersedia untuk Android dan iPhone.

selama bulan juni lalu ada yang mengatakan bahwa BBm untuk andrid keluar pada tanggal 17 juni itu hanya gosip. akan tetapi kemarin sudah bisa dowload di situs resmi BBM.

Pertanyaannya, apakah pengguna Android dan iOS harus membayar untuk mendapatkan aplikasi ini?
Dalam jumpa pers “BBM for Everyone” di Jakarta,, pihak BlackBerry mengumumkan, BBM untuk Android dan iOS bisa diunduh secara gratis di toko aplikasi Google Play Store dan Apple App Store.
Tak seperti WhatsApp, tak ada iuran bulanan atau tahunan untuk menggunakan layanan BlackBerry ini.
Satu-satunya biaya yang harus dikeluarkan oleh pengguna Android dan iPhone untuk menggunakan layanan BBM adalah paket berlangganan data dari operator seluler.

Paket data ini tak berbeda dengan paket yang biasa digunakan di ponsel Android atau iPhone untuk mengakses internet. Jadi, tak perlu berlangganan paket data khusus BlackBerry atau BlackBerry Internet Services (BIS).

Operator telah menawarkan berbagai paket internet, mulai dari paket harian hingga bulanan dengan batasan kuota bandwidth maupun tak berbatas (unlimited). Biayanya pun tidak terlalu besar, mulai dari Rp 5.000 (untuk harian) hingga ratusan ribu rupiah (bulanan).

Paket data universal ini dapat digunakan untuk mengakses semua

Agar pengguna lebih nyaman untuk berkirim pesan di BBM secara terus-menerus, disarankan untuk menggunakan paket unlimited.

BBM untuk Android sudah bisa diunduh pengguna Indonesia pada Sabtu, 21 September 2013, pukul 18.00 WIB. Sementara BBM di iPhone bisa diunduh pada Minggu, 22 September 2013, pukul 00.01 WIB.
selamat menikmati layanan BBM end yang punya BB sabar yah, jangan marah kalo BBnya dah ga punya  sesuatu yang spesial.. piess 😀

HUKUM PERJANJIAN

  1. 1.      Perihal Perikatan Dan Sumber-SumbernyA

Perkataan  “perikatan” (verbintenis) mempunyai arti yang lebih luas dari perkataan “ perjanjian “ sebab dalam buku III BW itu. Alatur juga perihal hubuangan hukum yang  sama sekali tidak bersumber pada suatu persetujuan atan perjanjian. Yaitu perihal perikatan yang timbul dari pebuatan yang melanggar hukum (onrechtmatigedaaa) dan perihal perikatan yang timbul dari penelurusan kepentingan orang lain. Yang tidak berdasarkan persetujuan (zaak waar nemung).

Adapun yang dimaksud dengan ”perikatan” itu ialah: suatu hubungan hukum (mengenai  kekayaan harta benda) antara dua orang yang memberi hak pada yang satu untuk menuntut barang sesuatu dari yang lainnya, sedangkan orang-orang yang lainnya ini diwalikan memenuhi tuntutan itu.

Dan buku III BW juga dinamakan “hukum perhutangan“, pihak yang berhak menuntut dinamakan pihak berpiutang atau “kreditur” sedangkan pihak yang wajib memenuhi tuntutan dinamakan “prestasi” yang menurut undang-undang dapat berubah:

  1. Meyerahkan suatu barang
  2. Melakukan suatu perbuatan
  3. Tidak melakukan suatu perbuatan

Mengenai sumber-sumber perikatan oleh undang-undang diterangkan, bahwa suatu perikatan dapat lahir dari suatu persetujuan (perjanjian) atau dari undang-undang dapatdibagi lagi atas perikatan-perikatan yang lahir dari saja dan  yang lahir dari undang-undang karena suatu perbuatan orang yaitu yang lahir dari perbuatan yang diperbolehkan dan perbuatan yang berlawanan dengan hukum.

 

 

 

  1. 2.      Sistem Buku III BW

Buku III BW terdiri atas suatu bagian dan suatu bagian khusus. Bagian umum memuat peraturan-peraturan yang berlaku bagi perikatan umumnya. Bagian khusus memuat peratuan-peraturan mengenai perjanjian-perjanjian yang banyak dipakai dalam masyarakat dan yang sudah mempuyai nama-nama terentu. Read the rest of this entry

AL-MASLAHAH AL-MURSALAH

Secara etimologi, kata “Maslahah” adalah bentuk masdar dari kata kerja yang berarti manfa’at, faedah, bagus atau berguna. Dengan demikian, dari sisi ilmu shorof (mortologis) mempunyai wazan (pola) yang sama dengan kata “manfa’at”, yang dalam bahasa ‘Arab berarti hal yang mendorong kkepada kebaikan atau membawa manfa’at bagi manusia.

Selanjunya dihubungkan dengan kata “mursalah” maka dalam kata “Al-Maslahah al-Murasalah” terda[pat hubungan kata sifat dan yang disifati, kata “Al-maslahah” sebagai kata sifat, sedangakan kata”Al-Mursalah” sebagai kata yang disifati

Sedangkan kata “Al-Mursalah”  menurut ilmu shorof (mortologis) adalah isim maf’ul dari kata kerja yang semakna dengan kata yang berarti “sesuatu yang terlepas atau sesuatu yang dilepaskan. Dengan demikian  kata “Al-Maslahah Al-Mursalah” secara etimologi dapat diartikan “suatu kebaikan, suatu manfa’at  atau suatu faedah yang dilepaskan”. Artinya suatu kebaikan, manfa’at, atau faedah dari suatu perbuatan yang tidak ada penjelasan secara fisik dari Nash mengenai boleh tidaknya perbuatan itu dikerjakan.[1] Read the rest of this entry

Rumor Dan Cerita Bohong Tentang Ya’juj dan Ma’juj

 Sebagian sejarawan dan Mufasir menceritakan kisah yang aneh tentang Ya’juj dan Ma’juj, tentang asal dan keturunan mereka, tentang tempat tinggal mereka, gambaran, bentuk, sifat, dan sebagainya. Semua ini mereka ambil dari riwayat Israiliat sehingga cerita itu hanyalah cerita bohong dan rumor belaka.

Diantara rumor dan cerita bohong itu adalah sebagai berikut:

  • Ya’juj dan Ma’juj adalah keturunan Adam, tetapi bukan dari Hawa. Jadi, mereka saudara satu bapak dengan Bani Adam. Padahal, tidak ada riwayat bahwa Adam mempunyai isteri selain Hawa.
  • Ya’juj dan Ma’juj berasal dari sperma Adam. Konon Adam tidur diatas tanah kemudian bermimpi, lalu maninya bercampur dengan tanah. Kemudian, diciptakanlah Ya’juj dan Ma’juj dari mani yang bercampur dengan tanah tersebut. Read the rest of this entry

PROPAGANDA SEBAGAI BENRUK KOMUNIKASI POLITIK

PROPAGANDA SEBAGAI BENRUK KOMUNIKASI POLITIK

A.PENGERTIA

            Propaganda merupakan kegiatan komunikasi yang tergolong tua, dan cukup terkenal penggunaanya di lapangan politik. Pengewrtian propaganda berkembang jauh sejak awal kali kata tersebut di gunakan oleh Paus Urban VIII (gereja Roma)

            Propaganda berasal dari bahasa Latin; propagare yang berarti cara tukang kebun menyemai tunas tanaman ke dalam tanah/lahan untuk memproduksi tanaman baru yang kelak tumbuh sendiri, Istilah propaganda ini kemudian diadopsi secara sosiologis oleh Gereja Roma Katolik dalam arti penyebaran ide-ide atau dokterin-doktrin agama kristen kepada masyarakat secara aterencana.

Menurut kamus Oxford, propaganda adlah suatu perhimpunan atau program  untuk menyebarkan suatu doktrin. Pdad perkembangan selanjutnya pengertian propaganda menjadi sesuatu yang bersifat pembohongan dan manipulasi.Perubahan ini ditelusuri, sejak digunakanya propaganda secara resmi sebagai suatu teknik perang dalam dunia 1 ketika pembohongan, dalih politik dan kish kekejaman digunakan dalam upaya untuk mencapai tujuan perang.

Beberapa definisi propaganda;

  1. 1.      Leonadr Doob; 

usaha untuk mempengaruhi dan mengendalikan kepribadian dan perilaku orang lain ke arah tujuan –tujuan yang tidak ilmiah dan masih diragukan kebenarannyadalam masy6arakat dalam waktu tertentu.

  1. 2.      Ferdinand Tonnies;

 suatu kegiatan untuk  menggerakan pendapat umum secara besar-besaran yang bertujuan menyebarkan suiatu ide tanpa memperdulikan kecocokan atau kebenarannya.

  1. 3.      Prof Mar’at;  

Suatu teknik, suatu cara atau suatu usaha yang sistematis serta sungguh dipikirkan secara mendalam dimana teknik,cara atau usaha ini dilakukan baik oleh seseorang  maupun oleh kelompokuntuk mempengaruhi pendapat atau sikap orang lain atau kelompok lain.

Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan propaganda dilakukan secara persuasif bukan dengan koersif.

Karakteristik propaganda;

 

  1. Mengabaikan nilai-nilai okbektifitas (dianggap kegiatan yang tidak berlandaskan kebenaran).
  2. Mengandung niali-nilai subyektifitas (ekpresi subektif dalam persaingan atau konflik ,
  3. Konsep prioritas propaganda bersifat indoktrinatif karena yang dibutuhkan dalam suatu ideologi politik adalah dukungan massa yang sebesar-besarnya dan mengabaikan kalitas pengikutnya.
  4. Membuthkan dukungan secara kualitas.

 

B. JENIS-JENIS PROPAGANDA               

            Leonardo Dood membagi propaganda menjadi 2 (dua) jenis;

  1. Propaganda tersembunyi/tertutup; propaganda, dimana komunikatornya membungkus tujuannya sedemikian rupa.

Contohnya, ketika seorang presiden mengadakan konfrensi pers lalu menngarahkan pertanyaan yang diajukan kepadanya ke arah yang menguntungkan.

  1. Propaganda terbuka; propaganda dimana komunikatornya mengungkapkan tujuannya secara terang-terangan.

Ellul membagi propaganda menjadi 3;

  1. Propaganda politik vs propganda sosiologis
  2. Propaganda agitasi vs propganda integrasi
  3. Propaganda vertikal vs propganda horizontal

Proganda politik meliputi suatu usaha pemerintah, partai politik, kelompok kepentingan, atau kelompok penekan untuk mencapai tujuan strategis atau tujuan taktis. Sementara propaganda sosiologis lebih bersifat tidak tampak dan bersifat jangka panjangMelalui propaganfa sosiologis in masyarakat “diinfus” dengan cara hidup (misalnya cara hidup masyarakat)ideologis, yang secara bertahapmenerobos institusi ekonomi, sosial dan politik.

Prpaganda agitasi berusaha agar masyarakat memberikan pengorbanan yang subtansial demi trcapainya tujuan anggota yang bersifat segera.Melalui agitasi ini, para pemimpin memelihara antusiame yang loyal demi mencapai kemennangan yang spesifik.

Propaganda integgrasi di pihak lain memperkuat kompromitas dalam rangka mengejar tujuan  panjang. Melalui propaganfa itu masyarakat membaktikan diri mereka untuk tujuan yang mungkin tidak terealisir selama bertahun-tahun, bahkan mungkin tidak akan tercapai

Propaganda vertikal; propaganda yang dsilakiukan oleh satu pihak kepada orang banyaak terutama dengan mengandalkan pada media massa untuk menyebarkan himbauan-himbuanna. Proganda horisontal dilaksanakan kurang dalam arti dari seorang pemimpin kepada kelompol daripada diantara sesama warga kelompok.

C. TEKNIK-TEKNIK PROPAGANDA

  1. 1.      Mane calling; suatu cara dengan jalan memberikan nama-nama ejekan kepada ide, kepercayaan,jabatan, keompok bangsarat ras dll agar khalayak menolak aatu mencerc. anya tanpa mengkaji kebearannya. Contoh; plinplan, binatang ekonomi, beruang merah, lintah darat, penjilat, penghasut dll.
  2. 2.      Glittering Generality (penggunakankata-kata muluk); senagai kebalikan nama dari name calling. Teknik Glittering Generality menggunakan kkata-kata muluk dengan tujuan khalayak menerima na menyetujui tanpa upaya memeriklsa kebenarannya. Contoh; kata keadilan dan kesejahteraan, one for all,all for one, Asia untuk bangsa Asia, pahlawan devisa, pahlawan pembangunan, pulau dewata dll.
  3. 3.      Transfer; teknik ini dengan cara propaganda dengan menggunakan autoritas atau prestise yang mengandung nilai-nilai kehormatan yang dialihkan kepada sesuatu dengan tujusn agar khalayak menerimanya. Contoh; salib dipakai sebai leontin,ka’bah dipakai gambar suatu parpol, dll.
  4. 4.      Sungguh-sungguh berbohong; untuk mencapai tujum propagandanya, suatu pihak tidak segan-segan menciptakan suatu fakta yang benar-benar suatu kebohongan, hanya untuk mendukung apa yang hendak dikemukakannya.
  5. 5.      Pengulangan; propagandis yakni bahwa bila suatu pernytaan cukup sering diulang2, maka ada waktunya nanti akan diterima oleh orang banyak.

Variasi dari teknik ini adlah penggunaan  slogan dan kata2 kunci.

  1. 6.      Assertion; propagandis jarang membantah suatu hal, tetapi menciptakan suatu pertanyaan yang menyajikan tegas atau ppenonjolan (assertion) yang kuat yang mendukung pendapatnya. Hal ini bisa dilihat dari cara2 propaganda menyajikan hanya satu sisi dari gambaran keadaan atau suatu pembatasan yang disengaja aterhadp pemikiran bebas.
  2. 7.      The Appeal to Authority; pengaitan sesuatu dengan pihak yang berkompeten di bidang tsb, misalny yang mnyangkut kesehatan, dikaitkan dengan ucapan dokter, kalau menyangkut agama dikaitkan dengan toKoh Agama  tertentu.