Lima Kejahatan dibalas lima bencana

Baik-dan-BurukSetelah  kita tahu bobroknya kondisi moral manusia di  negeri ini,  mari kita renungkan Hadits Nabi SAW tentang lima  kejahatan dibalas dengan lima adzab bencana berikut ini:

Khomsun bi khomsin: Maa naqodho qaumul ‘ahda  illaa  sullitho ‘alaihim  ‘aduwwuhum,  wamaa hakamuu  bighoiri  maa  anzalalloohu illaa fasyaa fiihimul faqru, walaa dhoharot fiihimul  faakhisyatu illaa fasyaa fiihimul mautu, walaa thoffaful mikyaala illaa muni’un  nabaata wa ukhidzuu bissiniina, walaa mana’uz zakaata  illaa hubisa ‘anhumul qothro.”

Lima  (kejahatan dibalas) dengan  lima  (bencana).  Tidaklah suatu kaum yang merusak perjanjian kecuali Allah akan  menimpakan atas mereka musuh yang menguasai mereka. Dan tidaklah orang-orang yang menghukumi dengan selain hukum yang diturunkan Allah kecuali akan  tersebar  luas kefakiran di kalangan mereka.  Dan  tidaklah adanya  perzinaan yang nampak pada mereka kecuali akan  (mengakibatkan)  tersebar luas bahaya kematian. Dan tidaklah  ada  orang-orang yang mencurangi takaran kecuali mereka akan dicegah (adanya kesuburan)  tumbuh-tumbuhan. Dan tidaklah orang-orang yang  menahan/tidak bayar zakat kecuali mereka akan diadzab dengan  ditahannya hujan dari mereka (kemarau panjang).” HR At-Thabrani dalam Al-Kabier dari Ibnu Abbas, shahih). 

Lima kejahatan itu pertama merusak perjanjian, baik kepada Allah maupun kepada pihak lain. Balasan dari perusakan janji itu adalah berkuasanya musuh atas mereka.

Kedua, menghukumi dengan selain hukum yang diturunkan Allah, artinya menghukumi dengan selain hukum yang ada di dalam Al-Qur’an (plus hadits Nabi saw) dengan sengaja ataupun karena kebodohannya. Balasannya adalah kefakiran tersebar luas,  merajalela menimpa mereka.

Ketiga,  kekejian yang nampak pada mereka, artinya  zina,  dan mereka tidak mengingkari pelakunya. (Para hakim dan juga  anggota dewan perwakilan rakyat plus MPR bungkam seribu bahasa ketika ada pengakuan selingkuh/ zina dari Ariyanti (38 tahun) dengan  Presiden Gus Dur/ Abdurrahman Wahid selama 2 tahun, 1995-1997, sebelum Gus  Dur  jadi presiden, masih jadi ketua  NU/  Nahdlatul  Ulama.

Padahal Aryanti saat itu berstatus punya suami, dan ia mengemukakan pengakuannya itu dengan bukti-bukti yang bisa dilacak otentisitasnya.  Diamnya  para hakim beserta perangkatnya  dan  anggota DPR/ MPR serta para ulama itu tergolong tidak mengingkari  adanya tingkah  zina. Lebih gawat lagi, justru ulama NU ada  yang  gila-gilaan dalam membelanya). Balasan dari itu adalah kematian  merajalela  di kalangan mereka, menurut hadits ini. (Kalau toh  belum mati  badannya,  kemungkinan  telah  mati  ghirah  Islamiyahnya).

Keempat,  mencurangi  takaran  ataupun  timbangan.  (Bukan  hanya mencurangi  takaran dan timbangan, namun dana-dana  atau  hak-hak orang pun disunat). Balasannya adalah dicegah (adanya  kesuburan) tumbuh-tumbuhan.  Artinya keberkahan tanam-tanaman  itu  dicabut, tidak berkah lagi. 

Kelima, mencegah zakat, artinya tidak diberikan kepada  mustahiq  (yang berhak menerima, yakni fakir miskin  dsb.  Orang-orang kaya  ataupun  yang berkewajiban zakat  tidak  mau  mengeluarkan zakat).  Balasannya  adalah tidak diturunkan hujan  atas  mereka. (Lihat  Muhammad Abdur Rauf Al-Manawi, Faidhul Qadir,  Darul Fikr, cet 1, 1996/ 1416H, juz 3,  hal 554 ). 

Satu bencana (kefakiran) saja sudah membuat bangsa ini terpuruk dengan aneka krisis. Bagaimana kalau lima-limanya? Na’udzublillaahi min dzaalik. 

About Luxman Dialektika

seorang lulusan fakultas Hukum Universitas Islam Negeri Malang dan meneruskan di Program Magister Ilmu Hukum Universitas Brawijaya yang aktif di pergerakan dan nyantri di Pesantren Salafiyah Syafiiyah Nurul Huda MALANG, saya orang lampung yang nyasar ke malang, yang terpenting dalam hidup ialah sederhana, santun, jujur, gaya terserah kalian saja, yang terpenting jangan berhenti belajar dan punya konsep di masa depan. okee :)

Posted on Juni 21, 2013, in edukasi and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: