Kopi tak lagi Hitam. Kenapa?

hanya renungan singkat, ketika kita dijejali kepahitan hidup ini, mau tidak mau kita harus merasakannya,,,
akan tetapi bila kita ganti dengan Disuapi pahitnya kehidupan, pasti akan lebih enak karna akan merubah rasa pahit menjadi manis dengan bersyukur.

Setiap hari setelah bangun tidur dan sebelum memulai kegiatan sehari, aku pasti menyiapkan secangkir kopi. Secangkir kopi yang kental dan pahit. Ketika kerongkonganku dibangkitkan oleh pahitnya kopi kental, isi kepalakupun seakan terlonjat bangun. Tanpa kopi hidupku serasa mati.

Ketika minum kopi aku berpikir; ‘Hidupku pun kadang butuh secangkir kopi. ‘Ia butuh pengalaman pahit. Ia harus melewati kegetiran hidup, agar aku bisa mempertimbangkannya secara lebih matang dan mendalam, agar aku bisa mengambil langkah baru dan memberi nilai baru. Hanya dengan itu aku bisa menjadi lebih gigih dan kuat.
Karena itu temanku… janganlah mengeluh saat menghadapi berbagai jenis kepahitan. Jadikanlah itu tepung kopi unggul, yang dimasak oleh pikiran yang matang untuk menghasilkan secangkir kopi kental.

maka dari itu, nikmatilah kepahitan, maka kita akan merasakan kemanisan setelah kita menjalaninya.. Kepp your smile.. 🙂

About Luxman Dialektika

seorang lulusan fakultas Hukum Universitas Islam Negeri Malang dan meneruskan di Program Magister Ilmu Hukum Universitas Brawijaya yang aktif di pergerakan dan nyantri di Pesantren Salafiyah Syafiiyah Nurul Huda MALANG, saya orang lampung yang nyasar ke malang, yang terpenting dalam hidup ialah sederhana, santun, jujur, gaya terserah kalian saja, yang terpenting jangan berhenti belajar dan punya konsep di masa depan. okee :)

Posted on Juni 13, 2013, in Cerita Legenda, Motivasi and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: