Ali bin Abi tholib

BAB

PENDAHULUAN

 

1.1      Latar belakang

Wafatnya  Nabi Muhammad saw.dengan tidak meninggalkan wasiat tentang siapa yang akan menggantikan beliau sebagai pemimpin politik setelah beliau wafat, beliau tampaknya menyerahkan persoalan tersebut kepada kaum muslimin sendiri untuk menentukannya.dan pada akhir nya khalifah pertma pengganti Rasulullah swa.jatuh kepada sahabat Nabi Abu Bakar Ash-sididq,kemudian setelah abu bakar meninggal din gantikan dengan sahabat umar bin Al-khthtab, pada saat pemerintahan khalifah ketiga yaitu sahabat Utsman bin Afan dan di lanjutkan khalifah keempat yaitu Ali bin Abi Thalib pada pemerintahan khalifah yang ketiga dan khalifah yang keempat terdapat banyak permasalahan yang timbul, dimana masyarakat memberontak terhadap kebijakan yang dibuat oleh khalifah-khalifah pada saat itu, mereka beranggapan bahwa khalifah pada saat itu lebih mengutamakan  kepentingan pribadi daripada kepentingan masyarakat.

Atas dasar inilah kami memilih tema ini untuk dibahas dalam makalah ini, kami berharap setelah membaca Artikel ini pembaca dapat memahami dan menghilangkan pikiran-pikiran buruk terhadap kedua khalifah tersebut yakni Khalifah Utsman dan Ali, di samping itu penulis juga berharap pembaca dapat memahami sejarah islam lebih luas lagi.

1.2            Rumusan masalah

  1. apa sajakah Kebijakan yang dilakukan Utsman bin affan?
  2. Apa yang menyebabkan kaum muslimin memberontak pada masa pemerintahan Utsman bin Affan?
  3. Siapakah yang terlibat dalam pembunuhan yang terjadi pada diri Ali?
  4. Apasajakah kebijakan yang dibuat Ali selama masa khilafahnya?

1.3            Tujuan

pembaca dapat memahami sejarah peradaban islam dengan baik terutama pada masa khilafah Utsman bin Affan dan Ali bin Abu Thalib, baik dari sisi kepemerintahannya maupun kepribadian yang terdapat pada diri kedua khalifah tersebut.

  BAB II

 PEMBAHASAN

 

  1. 1.     Sifat dan keutamaan Utsman bin Affan

Utsman bin Affan lahir 6 tahun setelah tahun gajah, tepatnya pada 576 M. usianya 6 tahun lebih muda daripada Rasulullah Saw. Ia dilahirkan di Taif, daerah yang paling subur di kawasan Hijaz. Pada zaman itu Utsman bin Affan termasuk orang yang paling baik di kalangan kaumnya, seorang yang dihormati, hartawan, tawadhu’, sangat pemalu, kata-katanya santun sehingga kaumnya sangat mencintai dan menghormatinya. Utsman bin Affan tidak pernah bersujud pada berhala sekali pun, tidak melakukan perbuatan keji sekalipun, dan tidak menzhalimi orang pun. Dia adalah salah satu anggota bani Umayah, dan keislamannya merupakan hal yang aneh dalam keluarganya, yang kebanyakan adalah orang anti-islam

.

  1. 2.     Khilafah Utsman bin Affan
    1. A.    Utsman di angkat sebagai khalifah ketiga

Utsman bin Affan diangkat menjadi khalifah  3 hari setelah Umar di makamkan beliau di angkat menjadi Khulafaur rasyidin ke-3 atas dasar musyawarah dan keputusan   sidang Panitia Enam, yang anggotanya dipilih oleh khalifah Umar bin khatab sebelum beliau wafat. Keenam anggota panitia itu ialah Ali bin Abi Thalib, Utsman bin Affan, Abdurahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqas, Zubair bin Awwam dan Thalhah bin Ubaidillah.

  1. B.     Kebijakan di masa Utsman bin Affan

Banyak sekali kebijakan-kebijakan pada masa pemerintahan Utsman ibnu Affan yang memberikan dampak bagi kemajuan dan perkembangan Islam di antaranya :

  1. Penyempurnaan pembukuan Al-Qur’an

Prestasi penting bagi khalifah Utsman adalah menulis kembali Al-Qur’an yang telah ditulis pada zaman Abu Bakar yang pada waktu itu disimpan oleh Khofsoh binti Umar, hal ini bertujuan untuk memadamkan perselisihan yang terjadi di tengah umat islam berkaitan dengan bacaan Al-Qur’an.

  1. Merenovasi masjid Nabawi

Di samping menggunakan kas Negara Utsman juga menggunakan harta pribadi dalam membangun masjid ini, renovasi masjid ini memakan waktu 10 bulan, masjid ini merupakan masjid termegah pada zaman iu dengan tiang-tiang penyangga terbuat dari beton yang kokoh dan dinding-dindingnya dihiasi dengan ukiran-ukiran yang sangan indah.

  1. Memperluas daerah kekuasaa

Pada masa Utsman bin Affan kaum muslim melanjutkan penaklukan-penaklukan, dan penaklukan ini berlangsung melalui jalur darat dan laut. Wilayah-wilayah baru yang ditaklukan oleh Utsman terbagi kedalam 2 bagian, yaitu wilayah timur dan barat.

  1. C.    Pemberontakan anti Utsman

Pemerintahan Utsman berlangsung selama 12 tahun, pada paro terakhir masa pemerintahannya, muncul perasaan tidak puas dan kecewa di kalangan umat islam terhadapnya, muncul perasaan tidak puas ini di karenakan Usman bin Affan mengangkat para kerabatnya dari bani Umaiyyah menduduki berbagai jabatan. Kebijakan ini mengakibatkan dipecatnya sejumlah sahabat dari berbagai jabatan mereka dan digantikan oleh orang yang diutamakan-nya dari kerabatnya. Hal inilah yang dijadikan pemicu dan sandaran oleh orang Yahudi untuk membangkitkan fitnah. Padahal yang sesungguhnya utsman bin Affan melakukan ini di karenakan mengikuti tradisi dan kebijakan para pendahulunya yakni Rasulullah dan kedua khalifah pendahulunya, karena menurut Rasulullah Bani umayah paling banyak bekerja untuk beliau selain itu diantara mereka ada banyak yang mulia dan terhormat,

  1. D.    Pembunuhan Utsman

Utsman wafat pada usia 82 tahun, setelah memerintah selama 12 tahun. Ia menemui ajal pada hari jum’at terakhir di awal senja, tanggal 18 zulhijah 35 H saat membaca al-qur’an oleh tikaman pedang Humron bin Sudan, dimana sebelumnya Utsman bin Affan dikepung di dalam rumahnya selama 40 hari dan tidak diberikan air kepadanya, selama masa pengepungan utsman meminta bantuan kepada kota kota yang berbeda-beda yakni dengan cara mengirim surat. pengepungan ini dilakukan atas dasar ketidak sukaan masyarakat terhadap Utsman yang tidak mau menyerahkan Marwan kepada mereka, dan menurut riwayat yang melakukan pengepungan ini adalah mereka yang imannya lemah bukanlah para ahli agama.

  1. 3.     Riwayat Ali bin Abu Thalib

Ali bin Abu thalib dilahirkan di Mekkah pada tahun 602 M. ia adalah putra dari paman Nabi Muhammad saw. Ketika berusia 6 tahun, ia diangkat sebagai anak asuh oleh Nabi Muhammad saw. Pada saat Nabi Muhammad diangkat menjadi Rasul, Ali masih berusia 8 tahun. Dia adalah orang kedua yang menerima dakwah islam setelah khadijah binti Khuwalid yakni istri Nabi Muhammad saw.

Ali termasuk seorang dari tiga tokoh yang didalamnya bercerminkan kepribadian rasulullah saw, mereka adalah Abu Bakar Ashiddiq, Umar bin khattab dan Ali bin Abu thalib.

  1. 4.     Khilafah Ali bin Abu Thalib
    1. A.     Ali bin Abu Thalib sebagai khalifah keempat

Setelah Utsman Wafat, kaum muslim langsung meminta kesediaan Ali bin Abu Thalib menjadi khalifah yang ketiga, pertama Ali tidak bersedia untuk dibaiat, namun karena mayoritas penduduk tetap mendesak agar Ali bersedia dibaiat, dan melihat keadaan penduduk islam yang kacau akhirnya Ali bin Abu Thalib bersedia menjadi khalifah ketiga.

  1. B.     Tuntutan kaum muslimin terhadap Ali

Pada saat diangkat menjadi khalifah beliau mewarisi kondisi yang sangat kacau, ketegangan politik terjadi akibat pembunuhan atas khalifah Utsman bin Affan, hampir seluruh jabatan gubernur diduduki oleh kaum bani Umayyah, para gubernur ini menuntut Ali untuk mengadili pembunuhan Utsman, tuntutan yang sama juga dilakukan oleh Aisyah, zubairah dan thalhah. Kondisi ini sangat mempersulit Ali dalam menjalankan pemerintahan juga menyelesaikan kasus pembunuhan Utsman, mereka mengancam apabila ali tidak bersedia menyelesaikannya maka mereka menganggap bahwa dialah yang membunuh kholifah Utsman bin Affan, hal inilah yang membuat Ali semakin terpojokkan.

Keadaan inilah yang menimbulkan pemberontakan pada masa itu beberapa diantaranya:

  1. Pemberontakan Talhah, Zubairah, dan Aisyah(36 H/ 656 M)

Memberontakan ini merupakan pemberontakan pertama pada masa itu, mereka menuntut bela atas kematian Utsman bin Affan.

  1. Pemberontakan Mu’awiyah bin Abu Sufyan

Mu’awiyah tidak pernah mengakui kekhilafaan Ali bin Abu Thalib, mereka menggap Ali bersekongkol dengan pemberontakan untuk membunuh Utsman bin affan, oleh karena itu mereka menuntut Ali bin Abi Thalib menghikum para pembunuh Utsman.

  1. C.    Kebijakan Ali bin Abu Thalib

Meskipun keadaan politik pada saat itu begitu rumit, Ali ra sebagai seorang khalifah tetap menjalankan berbagai program untuk merealisasikan visi pemerintahannya. Yang sangat penting dilakukan pada saat itu adalah bagaimana caranya meredakan isu yang sedang dan akan timbul setelah kematian Utsman bin Affan. Kebijakan-kebijakan itu antara lain mengganti para pejabat, pembenahan administrasi kepegawaian, pengadilan dan militer, menghadapi para penantang dan ini semua di lakukan agar kekacauan politik dunia islam stabil.

  1. D.    Pembunuhan atas diri Ali

Kekalahan kaum khawarij dalam perang nahrawan membuat mere semakin dendam, mere terus-menerus menghancurkan kaum muslimin. Secara diam-diam kaum khawarij merencanakan untuk membunuh Ali bin Abu Thalib, Mu’awiyah dan Amrun bin As, mereka dianggap sebagai orang yang menyebabkan perpecahan umat islam, mereka menetapkan tiga orang untuk melaksanakan tugas tersebut, mereka adalah;

  1. Aburrahman bin muljam bertugas membunuh Ali bin Abu Thalib di kuffa
  2. Barak binAbdillah di tugaskan membunuh mu’awiyah di Damaskus
  3. Amr bin Bakar at-Tamimi bertugas membunuh Amru bin As di Mesir.

Di antara ketiga orang tersebut hany Abdurrahman bin Muljam yamg berhasil melaksanakan tugas, ia menusuk Ali bin Abu Thalib ketika melaksanakan shalat subuh, Ali bin Abu Thalib akhirnya meninggal pada bulan Ramadhan tahun 40 H (661 M), masa pemerintahan beliau berlangsung selama kurang lebih 4 tahun, dan beliau meninggal di usianya yang ke 60 tahun.

                        

 

 

                                      BAB III

                                         PENUTUP

 

  1. 1.     KESIMPULAN

Berdasarkan penjelasan diatas dapat kita simpulkan bahwa masa kepemimpinan dua kholifah terakhir merupakan masa yang paling banyak mengalami permasalahan, di mulai dari pemberontakan kaum muslim terhadap kholifah Utsman yang mengangkat kelurganya dalam menjadi pemimpin tertinggi, kebijakan Utsman dalam pembukuan Al-Qu’an hingga tuntutan masyarakat islam atas pembunuhan yang terjadi atas diri utsman terhadap kholifah Ali bin Abu Thalib.

Meskipun demikian masa kepemimpinan kedua kholifah ini sangatlah membawa pengaruh bagi kaum muslim diantaranya kaum muslim dapat memiliki daerah kekuasaan yang semakin luas, dan dapat bersatunya kaum muslim dalam perihal membaca Al-Qur’an.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                DAFTAR PUSTAKA

 

 

  1. Yatim Badri, 2008,Sejarah Peradaban Islam, Jakarta: PT Rajagrafindo persada.
  2. Ja’fariyan Rasul, 2006, sejarah Khilafah,Jakarta: Al-hida.
  3. Murad Musththafah, 2007, Kisah Hidup Utsman ibn Affan, Jakarta:Zaman.
  4. Audah Ali,2003, ali bin Abu Thalib. Jakarta: PT. pustaka litera Antarnusa.

 

About Luxman Dialektika

seorang lulusan fakultas Hukum Universitas Islam Negeri Malang dan meneruskan di Program Magister Ilmu Hukum Universitas Brawijaya yang aktif di pergerakan dan nyantri di Pesantren Salafiyah Syafiiyah Nurul Huda MALANG, saya orang lampung yang nyasar ke malang, yang terpenting dalam hidup ialah sederhana, santun, jujur, gaya terserah kalian saja, yang terpenting jangan berhenti belajar dan punya konsep di masa depan. okee :)

Posted on Juni 10, 2013, in Kumpulan makalah-makalah and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: