teologi islam

Pengertian teologi islam

Secara etimologis istilah teologi bersal dari bahasa yunani, yaitu theologia. Yangberasal dari dua kata theoos yang Berarti tuhan.dan logos yang artinya tuhan. Sehingga arti Theologi islam adalah pengetahuan ketuhanan.

Sedangkan pengertian theologi Islam menurut terminologi adalah  ilmu yang membahas tentang ketuhanan yang mencakup seluruh ketauhidan.

Ruang lingkup Teologi islam

 

        Ruang lingkup Teologi Islam sebagai sebuah disipliplin ilmu, mempunyai objek sendiri yang membedakannya dari bidang ilmu lainnya. Objek kajiannya yaitu ketuhanan dan segala sesuatu yang berkaitan dengan-Nya. Berkenaan dengan itu, maka teologi Islam membicarakan keyakinan kebenaran terhadap pengakuan eksistensi Tuhan beserta sifat-sifat-Nya dan segala sesuatu yang berhubungan dengan-Nya, bukan mencari kebenaran terhadap agama Islam.

Aspek poko dalam kajian ilmu teologi Islam adalah keyakinan akan eksistennsi Allah yang maha sempurna, maha kuasa dan memiliki sifat-sifat kesempurnaan lainnya. karena itu pula ruang lingkup pembahasan yang pokok adalah:

  1. Hal-hal yang berhubungan dengan Allah SWT atau yang sering disebut dengan istilah Mabda. Dalam bagian ini termasuk Tuhan dan hubungan-Nya dengan alam semesta dan manusia.
  2. Hal-hal yang berhubungan dengan utusan Allah, sebagai perantara antara manusia dan Allah atau disebut juga washilah meliputi : Malaikat, Nabi/ Rasul dan Kitab-kitab Suci.
  3. Hal-hal yang berhubungan dengan sam’iyyat (sesuatu yang diperoleh melalui sumber yang meyakinkan, yakni al-Qur’an dan Hadits, misalnya tentang alam kubur, alam akhirat, arsy’, lauhil mahfud, dll)

Metode dalam studi teologi islam

 

Menggunakan dalil naqli dan ‘aqli

 

Pada dasarnya Inti pokok ajaran al-qur’n adalah tauhid,nabi muhammad SAW. Di utus allah pada ummat manusia adalah juga untuk mengajarkan ketauhidan tersebut, karna itu ajaran tauhid yang terdapat di alqur’an, di pertegas dan di perjelas oleh rasulallah SAW, sebagaimana tercermin dalam hadistnya Penegasan allah SWT Dalam al-qur’n yang mengatakan bahwa allah maha esa.

ö@è% uqèd ª!$# î‰ymr& ÇÊÈ   ª!$# ߉yJ¢Á9$# ÇËÈ   öNs9 ô$Î#tƒ öNs9ur ô‰s9qムÇÌÈ   öNs9ur `ä3tƒ ¼ã&©! #·qàÿà2 7‰ymr& ÇÍÈ

1. Katakanlah: “Dia-lah Allah, yang Maha Esa.

2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,

4. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.”

 Manfaat Mempelajari teologi Islam

        Teologi islam Sebagai Disiplin sebuah Ilmumerupakan salah satu dari tiga pondasi Islam yang pemahamannya harus ada pada setiap orang. Dengan mempelajari teologi islam, kita dapat memperkuat aqidah kiata, dan mempererat serta menjaga ukhwah islamiyah dalam ber’itiqod

Sejarah munculnya aliran teologi Islam

Sedikit Sejarah Munculnya Teologi –teologi islam, Sebenarnya ikhtilaf telah ada di masa sahabat, hal ini terjadi antara lain karena perbedaan pemahaman di antara mereka dan perbedaan nash (sunnah) yang sampai kepada mereka, selain itu juga karena pengetahuan mereka dalam masalah hadis tidak sama dan juga karena perbedaan pandangan tentang dasar penetapan hukum dan berlainan tempat. Sebgaimana di ketahui, bahwa ketika agama Islam telah tersebar meluas ke berbagai penjuru, banyak sahabat Nabi yang telah pindah tempat dan berpencar – pencar ke negara yang baru tersebut. Dengan demikian, kesempatan untuk bertukar pikiran atau bermusyawarah memecahkan sesuatu masalah sukar dilaksanakan sejalan dengan pendapat diatas, Qasim Abdul Aziz Khomis menjelaskan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan ikhtilaf di kalangan sahabat ada tiga yakni :

  1. Perbedaan para sahabat dalam memahami nash-nash Al-Qur’an
  2. Perbedaan para sahabat di sebabkan perbedaan riwayat
  3. Perbedaan para sahabat di sebabkan karena ra’yu.

 

Perbandingan dan perbedaan teologi Islam

       

        Hubungan Ilmu kalam, filsafat dan tasawwuf ketiganya berusaha mencari kebenaran (al-haq) dengan metode berbeda jika tasawuf memperoleh kebenaran sejati melalui mata hati, ilmu kalam ingin mengetahui kebenaran ajaran agama melalui penalaran ratio lalu dirujukkan kepada nash, dan fisafat menghasilkan kebenaran spekulatif tentang segala yang ada. Pada intinya ketiganya mendalami pencarian segala yang bersifat ghaib/rahasia yang dianggap sebagai kebenaran terjauh dimana tidak semua orang dapat menjangkaunya.

Ada Beberapa kEterkaitan antara Ilmu teologi Islam, filsafat, dan tasawuf  dalam  objek kajian. Objek kajian ilmu kalam adalah ketuhanan dan segala sesuatu yang berkaitan dengan-Nya. Objek kajian filsafat adalah masalah ketuhanan disamping masalah alam, manusia, dan segala sesuatu yang ada. Sedangkan objek kajian tasawuf adalah Tuhan, yakni upaya-upaya pendekatan terhadap-Nya. Jadi dilihat dari objeknya ketiga ilmu itu membahas tentang ketuhanan. Menurut argument filsafat, ilmu kalam dibangun di atas dasar logika. Oleh karena itu, hasil kajiannya bersifat spekulatif (dugaan yang tak bisa dibuktikan secara empiris, riset dan eksperimental). Kerelatifan logika menyebabkan beragamnya kebenaran yang dihasilkan. Baik ilmu kalam, filsafat, maupun tasawuf berususan dengan hal yang sama, yaitu kebenaran.

Dan  Perbedaan antara ketiga ilmu tersebut terletak pada aspek metodologinya. Ilmu kalam, sebagai ilmu yang menggunakan logika (aqliyah landasan pemahaman yang cenderung menggunakan metode berfikir filosofis) dan argumentasi naqliyah yang berfungsi untuk mempertahankan keyakinan ajaran agama. Pada dasarnya ilmu ini menggunakan metode dialektika (jadilah) /dialog keagamaan.Sementara filsafat adalah sebuah ilmu yang digunakan untuk memperoleh kebenaran rasional. Filsafat menghampiri kebenaran dengan cara menuangkan akal budi secara radikal (mengakar) dan integral (menyeluruh) serta universal (mendalam) dan terikat logika.Adapun ilmu tasawuf adalah ilmu yang lebih menekankan rasa daripada rasio. Ilmu tasawuf bersifat sangat subjektif, yakni sangat berkaitan dengan pengalaman seseorang. Sebagian pakar mengatakan bahwa metode ilmu tasawuf adalah intuisi, atau ilham, atau inspirasi yang datang dari Tuhan. Kebenaran yang dihasilkan ilmu tasawuf dikenal dengan istilah kebenaran hudhuri, yaitu suatu kebenaran yang objeknya datang dari subjek sendiri.

 

 

About Luxman Dialektika

seorang lulusan fakultas Hukum Universitas Islam Negeri Malang dan meneruskan di Program Magister Ilmu Hukum Universitas Brawijaya yang aktif di pergerakan dan nyantri di Pesantren Salafiyah Syafiiyah Nurul Huda MALANG, saya orang lampung yang nyasar ke malang, yang terpenting dalam hidup ialah sederhana, santun, jujur, gaya terserah kalian saja, yang terpenting jangan berhenti belajar dan punya konsep di masa depan. okee :)

Posted on Juni 1, 2013, in Kumpulan makalah-makalah and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: