filsafat: Pengertian Pengetahuan

Sebelum memaparkan tentang ilmu pengetahuan secara definitif, perlu kita memahami mengenai pengetahuan terlebih dahulu, perhatikan contoh sederhana berikut, “si Fulan kemarin tidak dapat mengerjakan pekerjaan rumah yang ditugaskan o;eh gurunya, yakni soal matematika nomer lima, setelah diberitahu oleh gurunya di kelas baru dia bisa mampu mengerjakan soal itu, dan dikatakan bahwa si Fulan sudah mempunyai ilmu tentang soal maematika itu”

Dari gambaran di atas dapat dikatakan bahwa secara umum ilmu itu diberarti tahu, ilmu itu pengetahuan, seseorang yang mampu mengerjakan sesuatu dikatakan berilmu dan seseorang yang banyak ilmunya dikatakan ilmuwan atau ahli pengetahuan.

Pada dasarnya pengetahuan mempunyai tiga kriteria, yaitu adanya suatu gagasan dalam pikiran, penyesuaian gagasan itu dengan benda-benda sebenarnya dan adanya keyakinan tentang penyesuaian itu. Misalkan, ketika kita melihat ‘bulan’ hal itu beberarti dalam pikiran kita kita ada gagasan tentang adanya sebuah benda langit yang namanya ‘bulan’ gagasan dalam pikiran itu bersesuaian dengan bulan yang benar-benar ada dan kita yakin bahwa bulan itu ada.

Kebanyakan manusia memperoleh pengetahuan melalui indera yang ua miliki, mereka tahu tentang keberadaan dan hukum-hukum atau aturan yang tetap, yang umum, dan dari padanya berlaku bagi setiap satuandari semua jenis satuannya. Pengetahuan semacam itu walaupun tidak sadar tetap diakui kebenarannya dan diterapkan dalam hubungannya dengan atifitas sehari-hari.

Dalam mendapatkan pengetahuan manusia tidaklah puas dengan cara yang kebetulan saja, melainkan berusaha mencari jalan tertentu untuk mempermudah diri dalam upaya mencapai tujuannya, ia berjalan menurut metode tertentu, oleh karenanya pengetahuan disebut mempunyai metode-metodenya atau pendekatan, pendekatan disini berarti sekumpulan dari teori, metode dan penelitian.

Manusia terus berupaya agar pengetahuannya sesuai dengan objeknya, serta hasilnya dikumpulkan sesuai dengan susunannya tertentu pula sehingga semuanya itu merupakan keseluruhan yang tersusun dengan teratur, inilah yang disebut system. Tegasnya pengetahuan mempunyai system, dengan demikian ilmu adalah pengetahuan yang sistematis. Pengetahuan yang dengan sadar menuntut kebenaran, dan yang bermetode dan bersistem ini disebut ‘ilmu’ dan pengertian ini merupakan definisi secara umum.

Mengenai hubungan ilmu pengetahuan dengan filsafat, bahwa ilmu membekali filsafat dengan bahan-bahan yang diskriptif dan factual yang sangat penting dalam membangun filsafat. Tiap filusuf dalam suatu periode lebih condong untuk merefleksikan pandangan ilmiah pada periode tersebut, sementara ilmu pengetahuan melakukan pengecekan terhadap filsafat dengan menghilangkan ide-ide yang tidak sesuai dengan pengetahuan ilmiah.

Adanya hubungan ilmu pengetahuan dengan filsafat terlihat pada kontribusi berupa pandangan aliran filsafat tentang ilmu pengetahuan yang tertuang di dalam beberapa teori

About Luxman Dialektika

seorang lulusan fakultas Hukum Universitas Islam Negeri Malang dan meneruskan di Program Magister Ilmu Hukum Universitas Brawijaya yang aktif di pergerakan dan nyantri di Pesantren Salafiyah Syafiiyah Nurul Huda MALANG, saya orang lampung yang nyasar ke malang, yang terpenting dalam hidup ialah sederhana, santun, jujur, gaya terserah kalian saja, yang terpenting jangan berhenti belajar dan punya konsep di masa depan. okee :)

Posted on Mei 24, 2013, in edukasi, Kumpulan makalah-makalah and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: