Monthly Archives: Mei 2013

gempar!! mati hidup lagi karna punya hutang

Hikmah Kematian
“The Lessons from Death”

HARUN YAHYA

Kehidupan berlangsung tanpa disadari dari detik ke detik. Apakah anda tidak menyadari bahwa hari-hari yang anda lewati justru semakin mendekatkan anda kepada kematian sebagaimana juga yang berlaku bagi orang lain?

Seperti yang tercantum dalam ayat “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. 29:57) tiap orang yang pernah hidup di muka bumi ini ditakdirkan untuk mati. Tanpa kecuali, mereka semua akan mati, tiap orang. Saat ini, kita tidak pernah menemukan jejak orang-orang yang telah meninggal dunia. Mereka yang saat ini masih hidup dan mereka yang akan hidup juga akan menghadapi kematian pada hari yang telah ditentukan. Walaupun demikian, masyarakat pada umumnya cenderung melihat kematian sebagai suatu peristiwa yang terjadi secara kebetulan saja.

Coba renungkan seorang bayi yang baru saja membuka matanya di dunia ini dengan seseorang yang sedang mengalami sakaratul maut. Keduanya sama sekali tidak berkuasa terhadap kelahiran dan kematian mereka. Hanya Allah yang memiliki kuasa untuk memberikan nafas bagi kehidupan atau untuk mengambilnya. Read the rest of this entry

Iklan

Kisah Mengagumkan Kehidupan Lebah Madu

Kisah Mengagumkan Kehidupan Lebah Madu
(Incredible Story of Honeybee’s Life)

HARUN YAHYA

Seseorang yang meneliti segala penjuru alam semesta – dari galaksi raksasa di ruang angkasa hingga mahluk hidup di alam, dan dari tubuhnya sendiri hingga sel kasat mata – akan mendapati suatu perencanaan sempurna dalam tatanan maupun rancangannya. Setiap jengkal alam semesta dipenuhi oleh bukti yang nyata dan pasti: FAKTA PENCIPTAAN.

Beragam pekerjaan yang dilakukan para hewan dan perilaku yang mereka perlihatkan, hanya mungkin terjadi karena adanya hikmah, ilmu, pengalaman dan keahlian yang luar biasa. Pengamatan sederhana sebenarnya sudah cukup untuk memahami bahwa sifat-sifat unggul ini bukanlah berasal dari hewan itu sendiri. Indera penunjuk arah sempurna pada burung yang bermigrasi ribuan kilometer, kemegahan arsitektur jaring laba-laba, pembagian kerja dan kerjasama luar biasa dalam koloni semut, serta rancangan geometris menakjubkan pada sarang lebah madu adalah sedikit dari beragam contoh lain yang tak terhitung jumlahnya… Read the rest of this entry

Organic Farming Of Food

Organic Farming Of Food.

1001 Burung Kertas

Reo dan July adalah sepasang kekasih yang serasi walaupun keduanya berasal dari keluarga yang jauh berbeda latar belakangnya. Keluarga July berasal dari keluarga kaya raya dan serba berkecukupan, sedangkan keluarga Reo hanyalah keluarga seorang petani miskin yang menggantungkan kehidupannya pada tanah sewaan.
Dalam kehidupan mereka berdua, Reo sangat mencintai July. Reo telah melipat 1000 buah burung kertas untuk July dan July kemudian menggantungkan burung-burung kertas tersebut pada kamarnya. Dalam tiap burung kertas tersebut Reo telah menuliskan harapannya kepada July. Banyak sekali harapan yang telah Reo ungkapkan kepada July. “Semoga kita selalu saling mengasihi satu sama lain”,”Semoga Tuhan melindungi July dari bahaya”,”Semoga kita mendapatkan kehidupan yang bahagia”,dsb. Semua harapan itu telah disimbolkan dalam burung kertas yang diberikan kepada July.
Suatu hari Reo melipat burung kertasnya yang ke 1001. Burung itu dilipat dengan kertas transparan sehingga kelihatan sangat berbeda dengan burung-burung kertas yang lain. Ketika memberikan burung kertas ini, Reo berkata kepada July: “ July, ini burung kertasku yang ke 1001. Dalam burung kertas ini aku mengharapkan adanya kejujuran dan keterbukaan antara aku dan kamu. Aku akan segera melamarmu dan kita akan segera menikah. Semoga kita dapat mencintai sampai kita menjadi kakek nenek dan sampai Tuhan memanggil kita berdua ! “

Read the rest of this entry

PAVILION DI PANTAI PASIR

PAVILION  DI PANTAI PASIR

 

Menceritakan bagai mana aku berkemah di Graden lautan kayu dan memandangi suatu cahaya didalam pavilion”

Saya merasa kesepian, ketika saya masih muda. Kejadian kesepian itu kebanggaanku untuk kesendirianku dan hal itu sudah cukup menghiburku. Dapat dikatakan bahwa aku tidak punya teman atau kenalan hingga aku bertemu teman yang akhirnya menjadi istriku dan juga ibu dari anak-anakku. Dikala itu aku tinggal bersama tuan Northmour di Graden Sea-Wood, Skotiandia. Kami bertemu di perguruan tinggi meskipun kita tidak terlalu cocok dan akrab, tapi kami sering bercanda dan bergaul dengan gembira. Kita yakin bahwa kita akan saling benci, dan sejak itu kami merasa bahwa kami adalah pasangan (teman) yang akrab. Jarang sekali kami bercengkrama, yang ada hanya hidup berdampingan dalam ketidak ramahan. Watak Northmour yang sangat keras membuatnya sulit untuk bergaul kecuali denganku. Sebagaimana dia menghormati sifat diamku dan membiarkanku datang dan pergi sesukaku. Aku dapat bersabar dengan kedatangannya yang tanpa perhatian. Aku kira kita sama lain adalah teman.

Ketika Northmour telah menyelesaikan sarjananya aku memutuskan untuk meninggalkan universitas itu tanpa Northmour, dia mengajak aku ke suatu tempat yang lumayan jauh dari Graden Easter, dan itulah pertama kali aku mengenal suatu peristiwa dari Read the rest of this entry