Monthly Archives: Januari 2013

komputer dalam

hghggghgg

STOP! TIDUR SETELAH SUBUH

jangan coba-coba melakukan sesuatu yang di larang oleh agama, karna di balik larangan tersebut terdapat hal hal yang berbahaya bagi yang melakukannya , sebagai contoh islam melarang tidur di pagi hari karana banyak sekali mudorotnya  seperti:

1. Masalah metabolisme Jika Saudara tidur terlalu lama ,tubuh tidak akan berfungsi sesuai =ritmenya. Anda akan merasa lapar dalam jangka waktu lama dan hal ini mempengaruhi kecepatan metabolisme. Hal ini akan membuat bobot tubuh meningkat .
2. Lesu Tidur berlebihan akan membuat Saudara merasa lesu karena metabolisme Saudara masih bekerja dalam ‘ set’ malam hari . Tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk memulai sistem dan tidak dapat berfungsi normal. Jika Saudara benar-benar ingin tidur sedikit lebih lama , usahakan jangan lebih dari tiga puluh menit.
3. Kehilangan waktu produktif Para ahli menganggap pagi hari adalah waktu paling produktif karena pikiran Saudara masih segar. Jika Anda tidur terlalu lama maka akan akhirnya kehilangan banyak waktu produktif dalam sehari. Sehingga, Anda harus menyelesaikan pekerjaan sampai
larut malam dengan terburu-buru .
4. Disorientasi Tidur terlalu lama membuat Saudara sulit berkonsentrasi dalam waktu lama . Kecuali, setelah bangun tidur Anda langsung berolahraga. Lalu , karena metabolisme tidak bisa berhenti otak akan membuat Saudara merasa lapar .
5. Sakit kepala
Cairan serebrospinal bergerak ke otak ketika Saudara tidur terlalu  lama. Kondisi ini, jika berlangsung dalam waktu lama dapatmenyebabkan sakit kepala parah dan bahkan menyebabkan kebutaan. Jadi, pikirkan lagi jika Saudara ingin tidur lebih lama .Menurut para salaf , tidur yang terlarang adalah tidur ketika selesai shalat shubuh hingga matahari terbit. Karena pada waktu tersebut adalah waktu untuk menuai ghonimah (pahala yang berlimpah) . Mengisi waktu tersebut adalah keutamaan yang sangat besar, menurut orang- orang sholih . Sehingga apabila mereka melakukan perjalanan semalam suntuk , mereka tidak mau tidur di waktu tersebut hingga terbit matahari. Mereka melakukan demikian karena waktu pagi adalah waktu terbukanya pintu rizki dan datangnya barokah

6. hilangnya rezeki, barokah, dan datangnya bahaya kesehatan serta menipisnya antibody tubuh sehingga rentan sakit.

TAFSIR RIWAYAT

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Semenjak al-qur’an diturunkan di masa kerasulan sudah terdapat penafsiran akan ayat-ayat ahkam. Tetapi pada masa itu Rasulullah sendirilah yang menafsirkan al-qur’an selain beliau harus menyampaikan kepada umat. Tafsir semakin berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Dahulu penafsiran al-qur’an yang dilakukan oleh para sahabat setelah wafatnya Rasulullah SAW dengan cara mendalami kitabullah sehingga mereka mengetahui berbagai rahasia tersirat darinya dan yang telah menerima tuntunan serta petunjuk dari Rasulullah SAW. Penafsiran al-qur’an yang dilakukan oleh sahabat memiliki validitas penafsiran yang dapat di pertanggung jawabkan dan memiliki  legitimasi tinggi dari Rasululllah hingga beliau mendoakan Abdullah ibn abbas yang menjadi ahli tafsir saat itu. Bukti otentik lain adalah legitimasi ulama dari kaum tabi’in  diberbagai daerah islam yang pada akhirnya memunculkan kelompok-kelompok ahli tafsir di Mekkah, di Madinah, dan di Iraq.

Ilmu yang dibahas dalam al-qur’an sangatlah luas termasuk pada icon-icon  yang berhubungan dengan al-qur’an, salah satunya adalah metode penafsiran. Metode penafsiran semakin berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Dewasa ini muncul metode-metode baru dalam penafsiran al-qur’an, salah satunya metode hermeunetika, yaitu; metode panfsiran al-qur’an dengan memperhatikan teks, konteks, dan kontekstualitas. Hal ini hermeunetika membahas tentang permasalahan yang kompleks yang terjalin di sekitar watak dasar teks dan hubungannya dengan al-turats di satu sisi, serta hubungan teks di sisi lain. Tetapi metode ini di tentang oleh sebagian ulama karena dianggap berbahaya.

Pembahasan tafsir al-Qur’an dapat digunakan untuk mengungkap berbagai misteri yang terdapat didalamnya. Dengan memahami kandungan al-qur’an maka kita akan memiliki pengetahuan yang luas pula dalam berbagai hal. Karena keinginan untuk mengungkap misteri itulah, yang menyebabkan metode penafsiran yang berbeda-beda. Metode-metode itu secara garis besar terbagi atas tahlily, ijmaly, muqaran, dan maudul. Tetapi pada pembahasan yang lebih mendalam tentang masing-masing metode, metode tahlily merupakan pembahasan yang meluas karena metode ini menjelaskan kandungan ayat-ayat al-qur’an dari seluruh aspeknya. Dari uraian diatas metode tahlily dapat dibedakan atas ; tafsir bil-ma’tsur, tafsir bil-ra’yi, tafsir al-syufi, tafsir al-fiqhi, tafsir alfalsafi, tafsir al-‘ilmi, tafsir al-adabi al-ijtima’i. Agar tidak terjadi kesalahan dalam menafsirkan al-qur’an maka perlu dipaparkan metode-metode penafsiran al-qur’an beserta pembahasan yang berhubungan dengannya. Bercermin dari kenyataan saat ini bahwa ada sebagian mufassir yang menafsirkan al-qur’an sesuka hatinya tanpa memeperhatikan syarat-syarat mufassir. Maka dari itu makalah ini dibuat guna menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan penafsiran al-qur’an dan bagaimana menjadi seorang mufassir yang baik. Read the rest of this entry

ISLAM DI ANDALUSIA/SPANYOL

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1  LATAR BELAKANG

Setelah berakhir periode klasik Islam, ketika islam mulai memasuki masa kemunduran, Eropa bangkit dari keterbelakangannya. Kebangkitan itu bukan saja terlihat dalam bidang politik dengan keberhasilan Eropa mengalahkan kerajaan-kerajaan islam dan bagian dunia lainnya, tetapi terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Bahkan, kemajuan dalam bidang ilmu dan teknologhinitulah yang mendukung keberhasilan politiknya. Kemajuan-kemajuan Eropa ini tidak dapat dipisahkan dari pemerintahan islam di Spanyol. Dari Islam Spanyol  di Eropa banyak menimba ilmu. Pada periode klasik, ketika Islam berhasil mencapai masa keemasaan, Spanyol merupakan pusat perdaban Islam yang sangat penting, menyaingi baghdad di timur. Ketika itu, orang-orang Eropa Kristen banyak belajar di perguruan-perguruan tinggi Islam disana.  Islam menjadi “Guru” bagi orang Eropa. Karena itu kehadiran Islam di Spanyol banyak menarik perhatian para sejarawan.

 

1.2  RUMUSAN MASALAH

1.      Sejak kapan islam berada di wilayah Andalusia/Spanyol?

2.      Bagaimana Daulah Umayah mendirikan kekuasaan di Andalusia/Spanyol?

3.      Di masa siapakah Daulah Umayah di Spanyol Berjaya?

4.      Apa yang menjadi sebab-sabab keruntuhan Daulah Umayah di Spanyol?

5.      Sejak kapan Daulah Fathimiyah berdiri?

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1  ISLAM DI ANDALUSIA/SPANYOL

Spanyol/Andalusia di kuasai oleh umat Islam pada zaman Khalifah Al-Walid (705-715 M) salah seorang khalifah Daulah Umayah yang berpusat di Damaskus. Dan masa ini berlangsung selama hampir delapan abad ( 711 – 1492 M ).

Sebelum umat Islam menguasai Andalusia wilayah yang terletak disekitar semenanjung Iberia dan membelah Benua Eropa dengan Afrika ini dikenal dengan berbagai nama. Sebelum abad ke – 5 M, wilayah ini disebut dengan Iberia ( atau Les Iberes ), yang diambil dari nama Bangsa Iberia ( penduduk tertua diwilaya tersebut ). Ketika berada dibawah kekuasan Romawi, wilayah ini dikenal dengan nama Asbania. Pada abad ke – 5 M, Andalusia dikuasai olah Bangsa Vandal yang berasal dari wilayah ini sejak itu wilayah ini disebut Vandalusia yang oleh umat Islam akhirnya disebut “ Andalusia “. Setelah itu datanglah bangsa Gothia ke Andalusia memerangi bangsa Vandal dan menguasai Andalusia. Pada Awalnya bangsa Gothia ini kuat sekali tapi kemudian banyak perpecahan dan menyebabkan kemunduran kerajaan itu.

Kemudian setelah Witiza, raja Gothia meninggal digantikan oleh Roderick. Peristiwa ini menyebabkan putera-putera raja Witiza sangat marah dan mereka mengadakan perjanjian persekutuan dengan kaum muslimin. Begitu pula telah terjadi perselisihan antara Count Julian yang memegang pemerintah. Perselisihan ini kabarnya karena Roderik mencemarkan kehormatan puteri dari Julian. Karena itu Julian ingin membalas dendam untuk membela kehormatan dan nama baiknya. Ia berusaha mendorong kaum Muslimin supaya menyerbu ke Spanyol. Tentunya ini merupakan kesempatan yang baik bagi kaum muslim.

Kaum yang memusuhi Rodrick itu akhirnya meminta Graf Julian bekerja sama Musa bin Nushair, gubernur Muawiyah di Afrika. Musa kemudian minta ijin pada Khalifah walid bin Abdul Malik yang berkedudukan di Damascus, dan segera dikirmlah pasukan sebanyak 500 orang dibawah pimpinan Tharif bin Malik untuk menyerbu Spanyol. Setelah kemenangan pasukan ini, Musa mengirimkan pasukan gerak cepat di bawah komando Thariq bin Ziyad, kemudian Thariq bin Ziyad berngkat untuk memimpin 7000 orang tentara yang terdiri dari bangsa Babar. Mereka menyebrangi selat itu dengan kapal-kapal yang disediakan oleh Julian, penguasa di Septah, yang dulunya pernah pula menyediakan kapal-kapal untuk Tharif dan pasukannya. Ini terjadi pada bulan Rajab atau Sya’ban tahun 92 H. Thariq beserta pasukannya kemud ian mendarat dan menempati suatu gunung yang sampai kini masih dikenal dengan namanya sendiri, yaitu “jabal Thariq” (Giblatar). Disanalah Thariq mempersiapkan satuan-satuannya untuk menyerbu semenanjung yang luas dan makmur itu.

Thariq ibn Ziyad lebih banyak dikenal sebagai penakluk Spanyol, karena pasukannya lebih besar dari hasilnya lebih nyata. Pasukannya terdiri dari sebagian besar suku Barbar yang didukung oleh Musa ibn Nushair dan sebagian lagi orang arab yang dikirim Khalifah Al-Walid. Pasukan itu kemudian menyebrangi Selat dibawah pimpinan Thariq ibn Ziyad. Sebuah gunung tempat pertama kali Thariq dan pasukannya mendarat dan menyiapkan pasukannya. Dikenal dengan nama Giblatar (Jabal Thariq). Dengan dikuasainya daerah ini, maka terbukalah pintu secara luas untuk memasuki Spanyol. Dalam Pertempuran di suatu tempat bernama Bakkah, Raja Roderick dapat dikalahkan. Dari situ Thariq dan pasukannya terus menaklukkan kota-kota penting, seperti Cordova, Granada, dan Toledo (Ibu kota kerajaan Goth saat itu). Sebelum Thariq menaklukkan kota Toledo, ia meminta tambahan pasukan kepada Musa ibn Nushair di Afrika Utara. Musa mengirimkan tambahan pasukan sebanyak 5.000 personel, sehingga jumlah pasukan Thariq seluruhnya 12.000 orang. Jumlah ini belum sebanding dengan pasukan Ghotik yang jauh lebih besar, 100.000 orang.

Kemenangan pertama yang dicapai oleh Thariq ibn Ziyad membuka jalan untuk penaklukan wilayah yang lebih luas lagi. Untuk itu, Musa ibn Nushair merasa perlu melibatkan diri dalam gelanggang pertempuran dengan maksud membantu perjuangan Thariq. Dengan suatu pasukan yang besar, ia berangkat menyebrangi selat itu dan satu persatu kota yang dilewatinya dapat ditaklukkannya. Setelah Musa berhasil menaklukan Sidonia, Karmona, Seville dan Merida serta mengalahkan penguasa kerajaan Gothic, Theodomir di Orihuela, ia bergabung dengan Thariq di Toledo. Selanjutnya, keduanya berhasil menguasai seluruh kota penting di Spanyol, termasuk bagian utaranya, mulai dari Saragosa sampai Navare.

Selanjutnya Thariq menggerakkan pasukannya ke pusat kekuasaan Roderick di Spanyol. Roderick terdesak sampai perbatasan tebing sungai Guadelete, di perbatasan antara Medinia dan Sidonia. Merasa tidak ada jalan lain, akhirnya Roderick meninggal dengan terjun ke dalam sungai Guadelete. Setelah berhasil dalam pertempuran melawan Roderick, Thariq dengan mudah menaklukan kota Sidonia, Carmona, dan Granada. Setelah menaklukan kota Cordova, ia segera bergerak ke Toledo, Ibukota pemerintahan Spanyol dan berhasil menguasainya. Jadi dalam waktu singkat, pasukan Thariq berhasil menguasai sebagian besar wilayah Spanyol.

Kesuksesan Thariq yang gemilang menarik perhatian Musa ibn Nusyair. Ia mendarat di Spanyol dengan 18.000 pasukan pada bulan Juli 712 M., dan segera menaklukan kota Saville dan sejumlah kota kecil lainnya. Di dekat kota Toledo Musa menjumpai Thariq. Dengan sikap marah Musa menanyakan prihal harta rampasan perang selama ini, namun akhirnya mereka mencapai kesepakatan sehingga terbentuklah pasukan gabungan. Pasukan gabungan itu dengan mudah menaklukkan kota sarragosa, Terragona dan Barcelona. Selanjutnya Musa mengerahkan pasukannya karah Timur untuk menaklukkan negeri-negeri Eropa lainnya. Sementara itu kabar mengenai perlakuan Musa terhadap Thariq ibn Ziyad terdengar sampai Damaskus, Sehingga Raja Walid I memerintahkan Musa kembali ke Damaskus. Read the rest of this entry

TEKNOLOGI SERTA HUBUNGANNYA DENGAN KEMISKINAN

Ilmu dan teknologi adalah sesuatu yang sulit untuk dipisahkan, dimana ada teknologi pasti ada ilmu yang menyertainya. Begitupun sebaliknya, dimana ilmu dikembangkan, disana pasti ada teknologi yang dihasilkan. Dengan Perkembangannya Ilmu dan teknologi (iptek) dapat menjadi keuntungan yang besar, tetapi dapat juga menjadi kerugian yang sangant besar bila tidak dapat mengaturnya. Dengan perkembangannya sekarang, iptek menjadi pondasi utama dalam industrialisasi Indonesia, segala hal sekarang telah menggunakan iptek, terutama mesin, mesin menjadi salah satu penggerak industri Indonesia. Dengan adanya fenomena tersebut, SDM di Indonesia menjadi kalah bersaing dengan mesin, mereka menjadi sulit untuk mendapat pekerjan sehingga angka pengangguran terus meningkat. Tetapi bila iptek dapat dikembangkan dengan baik, iptek dapat menjadi pemicu kemajuan bangsa, dengan iptek pertumbuhan ekonomi menjadi lancar, pembangunan infrastruktur menjadi lebih mudah. Iptek seperti sebilah pisau, jika digunakan oleh orang yang bertanggung jawab, maka ia akan menjadi sesuatu yang akan bermanfaat, dan jika digunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab maka akan membahayakan dirinya sendiri maupun orang lain.

Maka dari itu tujuan seseorang dididik  yaitu untuk bisa memberi manfaat untuk untuk rang lain, buakan sebaliknya malah merugikan orang lain, bahkan memberikan kemudorotan.