sastra perbandingan antara novel dengan film

Sastra Bandingan dalam kajian umum serta dalam kaitannya dengan sejarah ataupun yang lainnya adalah bagian dari sastra. Bagaimana menghubungkan sastra yang satu dengan yang lain, dan bagaimana pengaruh keduanya, serta apa yang dapat diambil dari sastra ini dan apa yang diberikannya. Atas dasar inilah kajian dalam sastra bandingan bersifat berpindah dari satu sastra ke sastra yang lain. Terkadang perpindahan ini dari segi lafadz-lafadz bahasa atau dalam tema serta dalam gambaran yang di perlihatkan sastrawan dalam temanya, atau berupa karya-karya seni.

Batasan-batasan yang memisahnya antara sastra dengan yang lain pada kajian perbandingan terletak pada bahasa-bahasa. Maka perbedaan antara bahasa adalah syarat untuk membangun kajian sastra banding. Pengaruh-pengaruh sastra yang ditulis dengan satu sama lain dan perbandingan yang terjadi antara sastrawan satu dengan yang lain mengenai bahasa yang satu tidak pula masuk bahasan sastra banding.

Dalam sastra bandingan kajian sastra dapat dilakukan dengan mengambil hanya dua karya sastra, dalam hal ini adalah novel Twilight karya Stephenie Meyer dengan film Twilight. . Novel Twilight Saga lebih dulu diterbitkan. Film Twilight Saga dibuat dengan menyesuaikan ceritanya pada novel itu.

Tokoh dalam novel Twilight dan film Twilight

Bella Swan tokoh utama yang protagonis dalam novel ini, Bella digambarkan sebagai gadis ceroboh dan “Magnet Bahaya”.

Edward Cullen adalah vampir pertama yang diciptakan oleh Carlisle Cullen, dalam cara hidupnya mereka menyebut diri mereka sebagai vampir “vegetarian”.

Jacob Black adalah karakter pendukung di dalam novel Twilight, Jacob diperkenalkan sebagai anggota dari suku Quileute.

Carlisle Cullen (juga dikenal sebagai Stregoni Benefici) adalah suami dari Esme dan juga merupakan ayah angkat dari Edward, Rosalie, Emmett, Alice, dan Jasper.

Esme Cullen adalah istri dari Carlisle dan ibu angkat dari Edward, Rosalie, Emmett, Jasper dan Alice. Ia digambarkan sebagai seorang wanita muda yang sangat mencintai keluarganya.

Rosalie Hale adalah orang ketiga yang diubah Carlisle menjadi vampir setelah Edward dan Esme.

Alice Cullen, gadis ini berperawakan mungil dan digambarkan memiliki suara seperti lonceng. Alice memiliki kemampuan untuk melihat masa depan.

Jasper Hale adalah seorang tentara yang sangat berwibawa,dan ketika dia mendapat tugas untuk mengevakuasi suatu pemukiman, di tengah jalan dia bertemu dengan 3 orang gadis yang cantik bak bidadari, dengan kulit porselen bermata merah. tanpa ia sadari sebelumnya ternyata 3 gadis ini merupakan vampire dari daerah selatan. dan jasper pun diubah menjadi vampire.

Renesmee Carlie Cullen adalah anak setengah manusia-setengah vampir (jenis vampir hibrida) dari pasangan Edward dan Bella Cullen.

Mungkin salah satu perbedaan dari keduanya yang paling dirasakan adalah segi keimajinasiannya, dimana di dalam novelnya mengisyaratkan pengimajinasian yang sangat luar biasa dimana kita dibuat seakan-akan mengalami hal tersebut, yang berbeda dengan filmnya yang ternyata imajinasi kita akan dibawa berbeda pada saat kita membaca novelnya. Namun selain hal tersebut penokohan dan juga adegan atau penceritaan dalam novel Twilight dengan film Twilight juga terdapat perbedaannya, antara lain:

Dalam novel

Dalam film

Stephenie Meyer adalah penulis novel Twilight dan tidak berperan dalam penokohan pada novel. Stephenie Meyer bermain dalam film. Dia duduk di bar menggunakan laptopnya dan berperan sebagai Stephenie.
Dalam novel tidak ada tokoh Waylon Forge. Waylon Forge berada di restoran, Victoria, Laurent dan James membunuhnya ketika dia memperbaiki perahunya.
Dalam novel, Rosalie Emmett tidak memiliki nama panggilan. Selama adegan permainan bisbol Rosalie Emmett panggilan nya “Monkey Man”.
Bella dan Charlie tidak makan di restoran. Sebaliknya, Bella memasak makanan di rumah. Dalam film mereka makan di restoran.
Dalam novel, Edward menyebutkan bagaimana senja adalah waktu teraman untuk vampir. Dalam film, waktu senja yang sebenarnya tidak pernah dibuat signifikan atau disebutkan.
Dalam novel, Edward menyebutkan bahwa Jasper memiliki kemampuan untuk mengendalikan emosi dari orang di sekelilingnya. Dalam film ini, kemampuan Jasper tidak disebutkan.
Dalam novel, Emmett, Rosalie, Alice dan Jasper menghadiri prom. Dalam film, mereka tidak ada saat prom.
Dalam novel selama adegan rumah sakit menjelang akhir, Edward mengatakan bahwa ia akan tinggal dengan Bella “selama itu yang terbaik baginya”. Dalam film, ia hanya mengatakan “Kemana lagi aku akan pergi.”
Dalam novel tersebut, prom diadakan di gym sekolah mereka. Dalam film ini, prom diadakan di sebuah penginapan hotel yang bukan olahraga sekolah tinggi.
Dalam novel, ciuman pertama mereka adalah di samping truk Bella setelah mereka meninggalkan padang rumput. Dalam film ini, ciuman pertama Edward dan Bella adalah di kamar Bella.
Dalam novel, James mengungkapkan informasi tentang masa lalu Alice. Dalam film, James bahkan tidak menyebutkan ataupun mengetahui Alice.
Dalam novel, mengatakan kepada Bella semua legenda sukunya dan Yakub mengetahui dari Bella bahwa Edward dan keluarganya adalah vampir. Dalam film ini, Yakub mengatakan hanya bagian dari cerita nya, dan Bella menemukan sisanya dari sebuah buku yang dia beli di Port Angeles dan dari internet.
Dalam novel tersebut, rumah keluarga Cullens sudah tua dan putih. Dalam film, rumah keluarga Cullens sangat modern dengan cat warna hitam dan coklat.
Dalam novel, Angela tidak senang pergi ke pesta dansa dengan Eric. Dalam film ini, Angela berharap Eric akan mengajaknya menari.
Dalam novel, selama adegan bisbol, Esme menceritakan kepada Bella tentang putranya yang masih bayi sekarat, dan dia kemudian melompat dari tebing. Dalam film ini, Esme atau Edward tidak menyebutkan masa lalunya sama sekali.

Itulah beberapa perbedaan dalam novel Twilight dengan film Twilight, dimana perbedaan alur cerita atau lebih tepatnya adegan dalam cerita yang sangat mendominasi. Dibandingkan dengan novel Twilight, film Twilight memang tetap memelihara kelemahan novelnya, hanya saja kekuatan novelnya justru tidak muncul dalam filmnya. Justru boleh dibilang menambah daftar kelemahan yang sudah ada. Yang paling terlihat adalah ketegangan yang dibangun bertahap oleh novelnya justru hambar diawal film. Perjuangan Bella dalam menghadapi suasana kota Fork yang dibencinya justru berjalan datar seperti juga dengan interaksi Bella dengan The Cullens. Ketegangan film baru terasa setelah Bela dan keluarga Cullen bertemu dengan trio vampire. Dalam memperbandingkan karya dapat dengan mentransformasi pemikiran-pemikiran dalam keutamaan penulis maupun meletakkan pembanding kelebihan dan kekurangannya. Setelah membandingkan novel Twilight dengan film Twiligh dapat disimpulkan bahwa novel Twilight lebih bagus dibanding film Twilight karena pembangun imajinasi maupun ketegangan dalam novel lebih tersampaikan dengan rapi, yang bertolak belakang dengan film Twilight dimana ketegangan yang dibangun bertahap oleh novelnya justru hambar pada film Twilight ini.

Novel twilight pun juga mempunyai kelemahan tersendiri justru boleh dibilang cukup banyak. Bisa dilihat penokohan Edward Cullen yang terlihat mirip Romeo, Hamlet dan tokoh tragic hero yang lain dengan karakterisasi kurang kuat, lalu tokoh Bella yang menjadi narrator cerita terlalu tidak membumi (karakter Bella lebih mirip vampire daripada manusia), belum lagi plot cerita sederhana yang malah dibuat melebar hingga tema lama yang juga boleh dibilang sudah lapuk (kisah cinta dua dunia berbeda). Itulah yang membuat nilai lebih dari film Twilight dibanding novel Twilight.

About Luxman Blog Dialektika

seorang yang masih belajar di Universitas Islam Negri malang fak.hukuh. yang aktiv di pergerakan dan nyantri di Pesantren NH MALANG, gua oarang lampung yang nyasar ke malang, yang terpenting hiduplah sederhana,santun,jujur, gaya terserah loe dah,, yang terpenting jangan berhenti belajar & punya konsep masa depan. okee brayy..

Posted on Januari 21, 2013, in kabar terkini. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: